Pemadaman Massal Sumatra, PLN Klaim 1,5 Juta Pelanggan Sudah Normal
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Shin Tae-yong./Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA--Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong menyanggah pendapat juru taktik PSM Milomir Seslija yang menyatakan pemain skuad Garuda tak perlu diberikan banyak latihan kebugaran fisik saat pemusatan latihan (TC).
"Terima kasih atas pendapatnya. Menurut saya, dasar sepak bola itu sangat membutuhkan fisik. Saya menilai para pemain Indonesia akan jauh lebih baik jika dapat meningkatkan fisiknya," ujar Shin dalam akun Instagram pribadinya, @shintaeyong7777, dikutip di Jakarta, Senin.
BACA JUGA : Shin Tae-yong Yakin Timnas Indonesia Masih Bisa Lebih Baik
Pria asal Korea Selatan yang menangani timnas Indonesia sejak akhir tahun 2019 itu mengakui kemampuan individu pesepak bola Indonesia sangat baik. Akan tetapi, ia melanjutkan hal tersebut kurang lengkap tanpa kekuatan fisik yang memadai.
"Dengan meningkatkan kemampuan fisik, sepak bola Indonesia pasti akan lebih kuat. Sekali lagi terima kasih atas pendapat yang diberikan \'coach\' Milo. Semoga tim atau klub \'coach\' Milo menjadi lebih baik dan kuat," kata Shin.
Milomir Seslija mengutarakan pendapatnya soal tim nasional Indonesia setelah PSM menundukkan Persebaya dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2021-2022, Sabtu (18/9) lalu.
Saat itu, laki-laki asal Bosnia dan Herzegovina yang biasa disapa Milo itu menyebutkan pemain-pemain Indonesia sudah terlahir dengan fisik yang bagus sehingga tak perlu diberikan terlalu banyak menu fisik saat TC tim nasional.
BACA JUGA : Shin Tae-yong Tak Puas dengan Perkembangan Timnas U-19
Sebagai informasi, pelatih kepala timnas Indonesia Shin Tae-yong sangat memerhatikan kondisi fisik pemain Indonesia dan kerap memberikan menu khusus untuk itu demi meningkatkan stamina anak-anak asuhnya.
Hal tersebut dianggap Shin dapat menjaga level konsentrasi dan daya juang timnas Indonesia dalam pertandingan. Shin pun menginginkan agar fisik pemain Indonesia setidak-tidaknya sama dengan pemain Korea Selatan.
"Apakah pelatih-pelatih tim nasional tidak melihat pertandingan sepak bola di sini, semua talenta yang ada sekarang? Pelatih timnas ini mau membawa pemain Indonesia seperti pemain Korea Selatan. Seharusnya dia beradaptasi dengan apa yang ada di Indonesia dan melakukan pendekatan berbeda," ucap Milomir saat itu.
Timnas Indonesia saat ini tengah menjalani TC di Jakarta sebagai persiapan menuju laga "play-off" Kualifikasi Piala Asia 2023 pada Oktober 2021 melawan Taiwan. Dari 36 pemain yang dipanggil ke TC tersebut, tak ada perwakilan dari PSM Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Pekan terakhir Liga Spanyol 2025/2026 diwarnai kekalahan Barcelona, kemenangan Real Madrid, dan drama degradasi Mallorca serta Girona.