Perebutan Tempat Ketiga Bisa Gagalkan Messi Raih Sepatu Emas

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 11:47 WIB
Perebutan Tempat Ketiga Bisa Gagalkan Messi Raih Sepatu Emas

Sepatu emas/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Final Piala Dunia 2026 memang akan mempertemukan Argentina dan Spanyol. Namun, sebelum laga puncak digelar, perhatian pecinta sepak bola dunia lebih dulu tertuju pada pertarungan lain yang belum menemukan pemenang, yakni perburuan gelar pencetak gol terbanyak atau Golden Boot.

Persaingan menuju penghargaan individu paling prestisius di turnamen ini masih sangat terbuka. Bahkan, peluang perubahan posisi masih bisa terjadi dalam laga perebutan tempat ketiga antara Prancis dan Inggris yang akan dimainkan lebih dahulu dibanding partai final.

Situasi ini membuat duel antara Les Bleus dan The Three Lions tidak bisa dianggap sebagai pertandingan formalitas semata. Selain menentukan pemilik medali perunggu, laga tersebut juga berpotensi mengubah peta persaingan top skor Piala Dunia 2026.

Saat ini Lionel Messi dan Kylian Mbappe sama-sama berada di puncak daftar pencetak gol dengan koleksi delapan gol. Namun keduanya memiliki jalur berbeda untuk mempertahankan atau merebut penghargaan tersebut.

Messi masih memiliki satu pertandingan tersisa bersama Argentina saat menghadapi Spanyol di final. Sementara Mbappe harus memanfaatkan laga terakhir Prancis melawan Inggris untuk menambah koleksi golnya sebelum menunggu hasil pertandingan final.

Kondisi tersebut membuat penyerang Prancis itu berada dalam posisi yang menarik. Jika mampu mencetak satu atau lebih gol ke gawang Inggris, Mbappe akan memberi tekanan besar kepada Messi menjelang laga final.

Tak hanya Mbappe, dua pemain Inggris juga masih berpeluang menciptakan kejutan. Harry Kane dan Jude Bellingham saat ini mengoleksi masing-masing enam gol. Jika tampil tajam dalam laga perebutan tempat ketiga, keduanya bisa ikut masuk dalam persaingan hingga akhir turnamen.

Nama lain yang juga belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan adalah Ousmane Dembele. Penyerang Prancis tersebut telah mencetak lima gol dan masih memiliki kesempatan menambah pundi-pundi gol saat menghadapi Inggris.

Meski demikian, Messi tetap memiliki keuntungan penting dibanding para pesaingnya. Berdasarkan regulasi FIFA, apabila dua pemain mengakhiri turnamen dengan jumlah gol yang sama, maka penentuan pemenang Golden Boot akan dilihat dari jumlah assist yang dicatatkan sepanjang turnamen.

Dalam aspek ini, Messi berada di posisi lebih unggul. Kapten Argentina tersebut telah mengoleksi sejumlah assist yang membuatnya memiliki nilai tambah apabila berakhir dengan jumlah gol yang sama dengan Mbappe maupun pemain lainnya.

Artinya, Mbappe tidak cukup hanya menyamai jumlah gol Messi. Penyerang Prancis itu harus mampu melampaui koleksi gol sang kapten Argentina agar peluang meraih Golden Boot benar-benar terbuka lebar.

Persaingan Golden Boot yang ditentukan melalui laga perebutan tempat ketiga sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Salvatore Schillaci berhasil memastikan diri sebagai top skor setelah mencetak gol saat Italia mengalahkan Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga. Gol tersebut membuat Schillaci menutup turnamen dengan enam gol dan meraih Sepatu Emas.

Delapan tahun kemudian, skenario serupa kembali terjadi. Penyerang Kroasia Davor Suker mencetak gol saat menghadapi Belanda dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1998. Tambahan gol tersebut mengantarkan Suker menjadi pencetak gol terbanyak turnamen.

Catatan sejarah tersebut menjadi bukti bahwa pertandingan perebutan posisi ketiga sering kali memiliki dampak besar dalam menentukan pemenang penghargaan individu.

Karena itu, duel Prancis melawan Inggris dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Para pemain yang masih memiliki peluang meraih Golden Boot akan tampil maksimal demi memperbaiki catatan statistik mereka.

Sementara itu, Messi tetap menjadi pusat perhatian. Selain berpeluang membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia, pemain berusia 39 tahun tersebut juga berkesempatan menambah satu penghargaan individu bergengsi dalam koleksi kariernya.

Apakah Mbappe mampu mencuri panggung lebih dulu saat menghadapi Inggris, atau justru Messi yang akan menutup turnamen dengan membawa pulang Golden Boot? Jawabannya akan segera terungkap dalam dua pertandingan terakhir Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online