OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro/Instagram @psimjogja_official
Harianjogja.com, SOLO—PSIM Jogja harus meraih poin di laga terakhir Grup C Liga 2 2021 melawan Persijap Jepara pada Selasa (30/11/2021) pukul 18.15 WIB demi mengamankan satu tiket lolos ke babak delapan besar. Jika sampai kalah, Laskar Mataram tak akan bisa melaju ke delapan besar.
PSIM Jogja berada di urutan ketiga klasemen sementara dengan koleksi 16 poin. Nilai PSIM sama dengan PSCS Cilacap yang pada Senin (29/11/2021) menundukkan Persis Solo 2-1. PSIM kalah head to head dengan PSCS sehingga di laga terakhir melawan Persijap wajib setidaknya bermain seri.
Pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro, mengatakan tidak ada persiapan khusus melawan Persijap Jepara dalam laga terakhir.
“Kami fokus pada tim. Bagi saya tidak ada pemain inti maupun pelapis,” kata Seto, Senin.
Pemain PSIM Jogja, Sunni Hizbullah, mengatakan para pemain sangat siap menyambut laga terakhir untuk memburu satu tiket ke babak delapan besar.
Pelatih Persijap Jepara, Jaya Hartono, mengatakan Persijap Jepara gagal lolos ke babak delapan besar tetapi posisi mereka juga aman dari zona degradasi. Namun, Laskar Kalinyamat tetap menyiapkan diri dengan sebaik mungkin untuk menutup kompetisi musim ini dengan kemenangan.
“Kami ingin memperbaiki ranking kami merebut posisi ketiga. Paling tidak peringkat ketiga sudah cukup baik. Itu realistis dengan persiapan kami, alhamdulillah kami lolos dari degradasi,” kata dia.
Ia menambahkan Persijap Jepara tetap bermain maksimal meskipun PSIM Jogja bertekad mengamankan satu tempat di babak delapan besar. Menurutnya Persijap Jepara bakal mengevaluasi lama persiapan kompetisi bukan seperti tahun ini yang cenderung sangat mepet.
Pemain Persijap Jepara, Ricky Ariansyah, mengatakan Persijap Jepara bermain tidak ada beban namun tetap memburu tiga poin. Persijap Jepara memburu posisi ketiga menutup musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar