Sulit Menikmati Uang Meski Sudah Mapan? Mungkin Ini Penyebabnya
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
PSS Sleman vs Madura United / Instagram : @PSSleman
Harianjogja.com, JOGJA - Kesuksesan 10 pemain PSS Sleman menahan imbang Madura United dengan skor 1-1 pada lanjutan Liga 1 2021/2022 di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Selasa (18/1/2022) tidak lepas dari perubahan strategi di tubuh skuat Super Elang Jawa.
Pelatih PSS I Putu Gede mengakui sejak kiper Bagus Prasetya dikartu merah oleh Faulur Rosy, wasit asal Aceh pada menit ke-23, ada perubahan strategi yang dilakukannya.
Di mana, Putu Gede akhirnya memilih menarik M Kanu dan memasukkan Mizwar Saputra untuk mengisi slot kiper yang ditinggalkan. Strategi ini berjalan cukup baik, meski di menit ke-40, PSS harus tertinggal 1-0, setelah tembakan pemain Madura United, Bayu Gatra gagal diantisipasi oleh Mizwar.
Perubahan strategi pun dilakukan oleh PSS pada babak kedua, I Putu Gede menarik Irham Zahrul Mila dan memasukkan Riki Dwi Saputro. Sedangkan Ramdani Lestaluhu yang kurang kontribusinya di babak pertama digantikan Misbakus Solikin.
“Saya sengaja masukkan Riki dan Misbah. Misbah untuk kedalaman skuat, sedangkan Riki menyisir di sayap kanan. Karena saya ingin optimlkan ruang belakang Rendika Rama,” kata Putu Gede usai pertandingan.
Alhasil, tidak butuh waktu lama, tepatnya di menit ke-54, PSS berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tandukan dari Riki DS memanfaatkan umpan lambung dari Juninho.
Oleh karena itu, Putu Gede sangat mengapresiasi penampilan anak asuhnya. Sebab, meski bermain dengan 10 pemain, mereka mampu menahan imbang Madura United.
“Pertandigan ini luar biasa bagi pemain. Walaupun kalah, kami tetap sangat mengapresiasi penampilan para pemain,” jelas Putu Gede.
Sementara disinggung mengenai penampilan Wander Luiz yang sampai saat ini belum mencetak gol, I Putu Gede mengaku penampilan Wander Luiz sangat penting bagi PSS pada pertandingan kali ini.
“Jadi tidak adil jika striker harus cetak gol. Kita butuh Wander Luiz di pertandingan tadi. Dia tidak hanya jadi striker, tapi bisa jadi pemain ke-11 kami saat kami dipaksa main 10 pemain. Dia bisa memprotek kami,” jelas Putu Gede.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
361 siswa di Karo diduga keracunan usai menyantap MBG. Satu siswa dirawat intensif di RSU Haji Medan karena mengalami penurunan kesadaran.
Polisi mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan pelemparan benda diduga molotov di dua Pos Lantas Surabaya. Kota dipastikan kondusif.
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.