Puluhan Siswa di Turi Dilarikan ke Puskesmas Seusai Santap MBG, Mual dan Muntah
5 siswa di Turi sempat pusing, mual dan muntah usai menyantap MBG. Seluruh siswa sudah pulang, sementara sampel makanan diperiksa laboratorium.
Penyerang PSS Sleman, Matheus Fornazari ditemui usai pertandingan di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (12/9/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Penyerang PSS Sleman, Matheus Fornazari, mencetak gol debutnya bersama Super Elja saat tampil di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026). Namun, gol perdana tersebut tidak sepenuhnya membuatnya bahagia karena PSS tetap harus menelan kekalahan.
Fornazari mengaku senang bisa mencatatkan gol pertamanya untuk Super Elja. Kendati demikian, pemain asal Brasil itu menegaskan kemenangan tim jauh lebih penting dibandingkan pencapaian pribadinya.
"Saya senang dengan gol pertama ini. Tapi jujur saja, saya lebih memilih menukar gol saya ini dengan kemenangan," kata Fornazari ditemui usai laga di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (12/9/2026)
Dari lubuk hatinya, Fornazari mengaku akan jauh lebih bahagia apabila gol yang dipersembahkannya mampu membantu PSS meraih kemenangan. Sayangnya, hal tersebut belum terjadi pada laga kali ini.
Meski demikian, ia tetap menyimpan keyakinan terhadap peluang PSS pada pertandingan berikutnya. Fornazari berharap gol yang dicetaknya dapat menjadi pembuka jalan bagi kemenangan Super Elja.
"Saya akan lebih bahagia jika gol saya membawa kemenangan, tapi sayangnya tidak. Tapi saya yakin di pertandingan berikutnya akan begitu dan kami akan menang," tegas legiun asing asal Brasil tersebut.
PSS Sleman Bertekad Bangkit
Fornazari tidak menampik bahwa dua kekalahan pada dua laga awal bukan situasi yang mudah bagi PSS Sleman. Karena itu, ia memastikan tim akan memanfaatkan pekan ini untuk bekerja lebih keras menghadapi pertandingan selanjutnya.
"Saya ingin katakan bahwa ini tidak mudah, dua kekalahan beruntun. Tapi kami akan bekerja keras pekan ini agar di pertandingan berikutnya kami melakukan segalanya untuk meraih kemenangan," tandas Fornazari.
Menurut penyerang dengan tinggi 2,03 meter itu, salah satu hal yang masih perlu diperbaiki PSS adalah penyelesaian akhir. Super Elja mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi belum seluruh kesempatan tersebut dapat dikonversi menjadi gol.
"Jadi, kami terus berlatih,. Bisa dilihat kalau terkadang di penyelesaian akhir kita masih ada kekurangan dan saya bahkan sampai kehabisan kata-kata untuk bicara banyak," tuturnya.
Fornazari tetap optimistis perbaikan tersebut dapat membawa hasil positif pada pertandingan berikutnya. Ia ingin PSS memberikan kebahagiaan kepada para pendukung dan mengakhiri pertandingan sebagai pemenang.
"Tapi saya yakin di pertandingan berikutnya kami akan memberi kebahagiaan untuk para penggemar dan keluar sebagai pemenang," imbuh Fornazari.
Fornazari Nikmati Dukungan Suporter PSS
Di luar hasil pertandingan, Fornazari juga mengaku senang merasakan langsung atmosfer suporter Super Elja di Stadion Maguwoharjo.
Ia mengaku sudah mengetahui fanatisme suporter PSS sejak masa pramusim. Dukungan yang diberikan kepada para pemain saat pertandingan menjadi salah satu hal yang diapresiasinya.
"Saya sudah tahu. Di pra-musim kami sudah melihat bahwa para penggemar di sini sangat fanatik. Kami senang dengan kehadiran mereka, mereka mendukung kami," tuturnya.
Fornazari memahami kekecewaan setelah PSS kembali mengalami kekalahan. Menurutnya, tim telah menjalani persiapan selama sepekan untuk memburu kemenangan, tetapi sepak bola tetap menghadirkan hasil yang tidak selalu sesuai harapan.
"Sayangnya, kami tidak menginginkan kekalahan, kami bekerja seminggu penuh untuk meraih kemenangan. Tapi inilah sepak bola, hal ini bisa terjadi. Saya yakin di pertandingan berikutnya kami akan memberikan yang terbaik untuk meraih kemenangan," tandas Fornazari.
Gol perdana bersama PSS pun diharapkan Fornazari bukan menjadi satu-satunya gol yang ia cetak untuk Super Elja. Ia berharap gol tersebut menjadi awal dari lebih banyak gol pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
"Ya, saya senang. Jika Tuhan menghendaki, ini akan jadi yang pertama dari banyak gol lainnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
5 siswa di Turi sempat pusing, mual dan muntah usai menyantap MBG. Seluruh siswa sudah pulang, sementara sampel makanan diperiksa laboratorium.
Basarnas memusatkan pencarian jurnalis hilang di Sektor X selatan Gunung Anak Krakatau dengan area pencarian mencapai 6.024 NM persegi.
Xi Jinping menyebut China dan India sebagai mitra yang saling menghadirkan peluang, bukan ancaman, saat bertemu Narendra Modi di KTT BRICS.
Wabup Sleman Danang Maharsa meminta perguruan tinggi tak hanya mengejar capaian akademis, tetapi juga mencetak lulusan inovatif.
Fornazari mencetak gol perdana untuk PSS Sleman, tetapi rela menukar gol tersebut dengan kemenangan Super Elja.
Aghniny Haque mempelajari bahasa isyarat arkais yang langka untuk memerankan Melor dalam film horor Malaysia, Khadam.