Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Ilustrasi The Maident./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA — Laga tuan rumah Persikab Kabupaten Bandung kontra PSIM Jogja makan korban. Setidaknya tiga kelompok suporter PSIM mengalami luka-luka akibat terlibat dalam kericuhan antarsuporter.
Diketahui, ketiga suporter itu berasal dari kelompok pendukung PSIM Jogja, The Mataram Independent (Maident).
Ketua Maident Budi Item menjelaskan kronologi kejadian kericuhan tersebut. “Saat sebagian suporter PSIM mau mendekati bus pemain PSIM untuk protes permainan yang kurang baik, ada lemparan botol dari atas tribun,” jelasnya, Senin (29/8/2022).
BACA JUGA: Eduardo Almeida Tidak akan Mundur dari Kursi Pelatih Arema FC
Kericuhan berkat provokasi yang diduga dilakukan suporter tuan rumah, jelas Budi, langsung terjadi di bagian luar stadion. “Polisi sempat menghalau, tapi bagi kami polisi sangat arogan sekali karena suporter tuan rumah yang memulai tapi kami yang malah dibubarkan,” katanya.
Ketiga suporter yang terluka saat kericuhan, lanjut Budi, juga tidak bisa diperiksakan ke rumah sakit. “Polisi langsung menghalau kami dan meminta langsung balik padahal ada yang terluka,” ujarnya.
Budi menyebut selain tiga orang dari Maident ada beberapa orang yang terluka juga dari Brajamusti. “Jumlah pastinya tidak tahu tapi lebih dari yang terluka dari kami,” katanya.
Terdata, ada sekitar 100 orang suporter Maident yang ikut mendukung tim kebangganya tersebut berlanga di Bandung. “Kami pakai satu bus dan beberapa kendaraan pribadi, di perjalanan aman-aman saja,” katanya.
Sampai di Jogja sekitar pukul 06.00 WIB, jelas Budi, langsung memeriksakan tiga orang yang terluka tersebut. “Untungnya bukan luka serius, tapi kami sangat menyayangkan arogansi aparat keamanan yang bertugas di pertandingan itu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.