Korban Meninggal Tragedi Stadion Kanjuruhan 130 Orang, Sebagian Sudah Dipulangkan
Sebagian besar korban meninggal akibat kericuhan pasca laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), sudah dipulangkan ke rumah duka.
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut. / ANTARA FOTO-Ari Bowo Sucipto
Harianjogja.com, SURABAYA -- Sebagian besar korban meninggal tragedi Stadion Kanjuruhan Sabtu (1/10/2022), sudah dipulangkan ke rumah duka.
Kepala Dinas Kesehatan drg Wiyanto Wijoyo menjelaskan korban data meninggal akibat kericuhan sebanyak 130 orang, sedangkan luka-luka ringan, sedang, berat sebanyak 190 orang.
"Hampir semua sudah diantarkan bagi [meninggal] yang sudah teridentifikasi," jelasnya, Minggu (2/10/2022).
Menurutnya identifikasi bisa dilakukan cepat karena kerabat maupun rekan korban bisa mengidentifikasi langsung. "Banyak yang bisa mengenali, dari kerabat dan saudara, dicatat dan diantarkan ke rumah duka," ujarnya.
Adapun untuk korban yang belum dikenali maupun luka dirujuk ke RS Syaiful Anwar dan RS Kanjuruhan. Pemkab Malang dengan otoritas terkait pada Minggu siang juga menggelar pertemuan guna menyelaraskan data terkait korban-korban tragedi kanjuruhan.
Dalam perkembangan berbeda, RS Syaiful Anwar mengumumkan bagi keluarga yang kehilangan sanak maupun anggota keluarga bisa melapor dengan membawa/menuliskan data orang yang dicari sbb:
1. Nama
2. Tempat tinggal
3. Jenis kelamin
4. Tinggi badan/berat badan
5. Warna kulit
6. Warna rambut dan jenis rambut
7. Ciri khusus yang dimiliki, misal bentuk gigi, tanda lahir, tato, kumis/jenggot.
8. Pakaian terakhir yang dipakai
9. Aksesoris yang dipakai, misal jam tangan, gelang, kalung, dll.
10. Lebih baik bila ada data foto terkini, yang tampak gigi.
Seperti diketahui, kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022). Pembubaran massa menggunakan tembakan gas air mata membuat massa berhamburan, sehingga menimbulkan korban jiwa akibat terinjak suporter lain, berdesakan, maupun kesulitan bernapas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebagian besar korban meninggal akibat kericuhan pasca laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), sudah dipulangkan ke rumah duka.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.