Wasit Argentina Pimpin Prancis vs Maroko, FIFA Disorot
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks
Pemain PSS Sleman Jihad Ayoub berebut bola dengan pemain Arema FC Gian Zola / Instagram : @PSSleman
Harianjogja.com, MALANG -- Manajemen Arema FC menegaskan bahwa tidak ada masalah terkait masa depan pemain tim Singo Edan.
BACA JUGA : Arema FC Dukung KLB PSSI
Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto menyebutkan, yang harus dilakukan oleh pemain saat ini adalah memulihkan mental kembali ke lapangan dengan mengikuti program latihan yang diberikan oleh tim pelatih.
Sebelumnya, pemain Arema FC memang mendapatkan pendampingan dari Psikolog untuk memulihkan mental mereka usai tragedi Kanjuruhan.
"Yang harus dilakukan pemain saat ini adalah fokus pada pemulihan mental, karena kita tahu itu tidak mudah dan harus dilakukan bertahap melalui program latihan yang sudah disusun oleh tim pelatih," ungkap Tatang, dikutip dari laman resmi Arema FC.
Tatang juga menegaskan bahwa tidak ada masalah berkaitan hak pemain yang kini terikat kontrak di Arema FC. "Terkait hal-hal yang berkaitan dengan hak pemain itu sudah menjadi tanggung jawab manajemen," tambah Tatang.
Tatang menambahkan nantinya akan dibentuk semacam task force yang beranggotakan kalangan profesional yang memberi rekomendasi revitalisasi struktur di Arema FC juga dalam pengelolaan klubnya agar lebih profesional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA menunjuk seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin laga Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026. Keputusan ini memicu reaks
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.
Bupati Banyumas mengajak generasi muda melestarikan tradisi petungan Jawa melalui workshop yang membahas filosofi, weton, dan kearifan lokal.
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan ecoprint untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha berbasis bahan alami.