RS Saras Adyatma Bantul Layani Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji 2027
Rumah Sakit Saras Adyatma Bantul mulai melayani pemeriksaan kesehatan penunjang bagi calon jemaah haji Kabupaten Bantul untuk keberangkatan 2027.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir./Istimewa
JAKARTA—Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan akan menjaga amanah yang dititipkan Presiden Joko Widodo seusai FIFA membatalkan perhelatan Piala Dunia U-20. Dengan rencana menghadiri undangan FIFA Council dalam waktu dekat, Erick mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin agar Indonesia tidak dikucilkan dari FIFA.
"Sanksi terberat setelah pembatalan Piala Dunia U-20 yang kita tidak harapkan adalah kita tidak bisa ikut kompetisi secara maksimal di seluruh dunia. Untuk tim nasional ataupun klub, ini akan menjadi sebuah kemunduran buat sepak bola Indonesia. Jika membaca surat FIFA kepada Presiden, jelas bahwa FIFA mempelajari dan mempertimbangkan sanksi untuk kita," jelas Erick saat jumpa pers di Istana Kepresidenen, Jakarta, Jumat (31/3).
Namun Erick menambahkan, dengan rencana FIFA Council yang akan segera dilakukan, ia akan berusaha menwujudkan amanah Presiden agar Indonesia tetap menjadi bagian keluarga besar FIFA. "Dengan jumlah anggota yang mencapai 216 dari berbagai negara, jelas Presiden meminta saya untuk melobi kembali ke FIFA agar kita tidak terkucilkan dari peta persepakbolaan dunia," jelasnya.
Mesti belum menjanjikan apapun, Erick menyatakan hubungan Indonesia yang baik dengan FIFA, termasuk keterlibatan organisasi tersebut dalam program transformasi sepakbola nasional diharapkan menjadi pertimbangan dalam memberikan sanksi kepada Indonesia.
"Hanya saja, kita harus sadar sebab bagaimanapun juga kita pernah sekali kena sanksi dikucilkan dari FIFA. Di tahun 2015 yang waktu itu yang kebetulan juga saya bukan siapa-siapa. Saat itu, saya bukan menteri, bukan pengurus PSSI, tapi Presiden meminta saya melobi ke FIFA dan dicabut di tahun 2016," kata dia.
Oleh sebab itu, Erick pun berharap sama dengan seluruh pecinta sepakbola nasional agar FIFA tidak memberikan sanksi kepada Indonesia.
"Sanksi itu berat. Kita menjadi sendiri dan tidak bisa melakukan pertandingan, pembinaan wasit, usia muda. Tanpa harapan masa depan. Apalagi sepakbola menjadi mata pencaharian banyak orang dan banyak sekali turunannya dalam industri olahraga sepakbola," jelasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Sakit Saras Adyatma Bantul mulai melayani pemeriksaan kesehatan penunjang bagi calon jemaah haji Kabupaten Bantul untuk keberangkatan 2027.
Kemkomdigi menyebut Rancangan Perpres Badan Pengawas Data Pribadi telah memasuki tahap final dan diajukan kepada Presiden.
KSPSI AGN memecat Listyo Sigit dari jabatan Ketua Dewan Penasihat hingga proses hukum kasus dugaan penyadapan berkekuatan hukum tetap.
Peternak penerima bantuan 600 ayam petelur di Bantul belum meraup untung. Harga pakan tinggi membuat biaya operasional ditutup uang pribadi.
Unisa Yogyakarta mengembangkan MySADARI, aplikasi gratis dengan empat fitur untuk membantu perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara.
Kementerian UMKM menyiapkan audit besar-besaran penyaluran KUR Rp300 triliun untuk memperkuat transparansi dan pembiayaan sektor produktif.