Lolos Seleknas, 3 Atlet Anggar DIY Bela Indonesia di Ajang Asia
Sebanyak tiga atlet muda anggar DIY membela Indonesia di ajang Asian Cadet & Junior Fencing Championship 2026.
Coda Indonesia memaparkan penelitian ilmiah #MainSehatBarengCoda dalam sebuah acara di Jakarta, beberapa waktu lalu. -Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Coda Indonesia menggagas adanya program #MainSehatBarengCoda sebagai wujud komitmen memajukan industry game dan esport di Indonesia.
Country Manager Coda Indonesia Denise Hartono menuturkan lewat program itu, Coda Indonesia menggandeng ahli kesehatan untuk membuat penelitian ilmiah dalam bidang esport guna mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang aspek pemulihan cedera pada atlet esport.
Selain penelitian ini, Coda Indonesia juga menyelenggarakan program pemulihan cedera pada atlet esport yang bekerja sama dengan Sport Medicine Injury dan Recovery Center (SMIRC) di RS Pondok Indah Bintaro Jaya.
“Program pemulihan yang sedang berjalan ini berupa perawatan intensif pasca cedera bagi mantan atlet esport Diky Tuturu serta atlet esport profesional Delvin Lanaya,” tuturnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Senin (11/4/2023).
Penelitian ilmiah #MainSehatBarengCoda dilakukan Andi Kurniawan, ahli kesehatan olahraga, sebagai ketua peneliti bersama timnya. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan untuk merumuskan lanskap cedera yang dialami oleh para atlet esport, mengidentifikasi pola bermain serta berbagai risiko kesehatan yang timbul akibat pola tersebut.
Diky mengaku sejauh ini proses pemulihan berjalan dengan baik. “Kini saya sudah bisa bermain game lebih lama. Sebelum mengikuti program ini saya hanya bisa bermain sebentar karena rasa nyeri yang timbul,” ujarnya.
Corporate Affairs Director Coda Indonesia Rurie Wuryandari memaparkan melalui berbagai inovasi yang dihadirkan ini, terutama melalui program edukasi #MainSehatBarengCoda, diharapkan Coda Indonesia terus berkontribusi secara nyata dan memberikan dukungan untuk memajukan industri gaming Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak tiga atlet muda anggar DIY membela Indonesia di ajang Asian Cadet & Junior Fencing Championship 2026.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.