IHSG Hari Ini Tertekan Sentimen Perang AS-Iran dan Capital Outflow
IHSG berpotensi lanjut melemah akibat konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan ancaman capital outflow dari pasar Indonesia.
Menpora Dito Ariotedjo (keempat dari kiri) menerima kunjungan dari pengurus APSUMSI di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4/2023)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo mendukung penuh adanya kompetisi sepak bola grassroots atau akar rumput di Tanah Air. Dengan adanya kompetisi, Dito berharap akan lebih banyak bibit-bibit pesepak bola yang terjaring.
Hal ini, lanjut Dito, sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo yang ingin ada talent scouting pesepak bola level grassroots mulai dari 8 hingga 12 tahun. "Hari ini, Kantor Kemenpora didatangi Asosiasi Pembina Sepak Bola Usia Muda Seluruh Indonesia [APSUMSI] dan juga Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia [FOSSBI] dan juga Sepak Bola Anak Indonesia [SBAI]," kata Dito di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4/2023).
APSUMSI, lanjut Dito, adalah organisasi baru yang terbentuk pada Januari 2023. Nantinya organisasi ini akan membawahi operator bola yang menggelar kompetisi di bawah usia 13 tahun di Indonesia. "Nanti ada pelantikan, tetapi tadi saya meminta ini sesuai dengan Bapak Presiden Joko Widodo yang ingin ada talent scouting usia dini. Ini suatu energi baru juga buat Kemenpora dan kami meminta untuk segera dilakukannya liga-liga untuk talent scouting tersebut dan juga tadi saya meminta untuk merangkul seluruh operator dan stakeholder yang ada di dunia sepak bola," kata Dito.
BACA JUGA: Menpora Berharap Timnas Basket 3x3 Putra Sabet Medali di SEA Games 2023 Kamboja
Sejauh ini, APSUMSI telah bekerja sama dengan 10 operator kompetisi sepak bola usia muda. Dalam waktu dekat, tepatnya pada 26 Agustus akan terselenggara Piala Menpora untuk usia 13 tahun.
"Prinsipnya saya meminta untuk merangkul seluruh operator yang ada agar ini jadi satu kesatuan dan operator ini bisa saling bantu dan melengkapi mana titik yang belum terjamah jadi bisa saling bagi daerah dan bergerak bersama karena Indonesia sangat luas. Targetnya usia dini, jadi mangkuknya besar sekali. Ini di bawah naungan Kemenpora," ujar Dito.
Sementara itu, Ketua APSUMSI, Agus Riyanto mengatakan pihaknya hadir sebagai wadah operator sepak bola usia dini dan usia muda yang menjalankan program induk organisasi sepak bola Indonesia dan Kemenpora.
“Jadi nanti rencananya ada dalam waktu dekat menyelenggarakan Piala Menpora u-13 pada Agustus nanti di daerah Pondokgede. Semoga ini bisa berjalan sukses dan sebagai jadi jejaring juga untuk ke depannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
IHSG berpotensi lanjut melemah akibat konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan ancaman capital outflow dari pasar Indonesia.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.