Concacaf Ikut Kritik FIFA, Tekanan terhadap Infantino Kian Besar
Concacaf bergabung dengan UEFA mengkritik proposal FIFA Forward Enterprise. Transparansi dan proses konsultasi menjadi sorotan utama terhadap rencana bisnis bar
Sandy Walsh - Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Pemain naturalisasi Sandy Walsh angkat bicara terkait hasil drawing Piala Asia 2023.
BACA JUGA: FiFA Sahkan Kepindahan Sandy Walsh
Pemain yang biasa beroperasi sebagai bek kanan itu mengaku ingin membalaskan dendam timnas Indonesia atas Vietnam. Selain itu, bek KV Mechelen itu penasaran dengan kekuatan dari timnas Jepang.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil drawing Piala Asia 2023 yang digelar oleh AFC, Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Vietnam, dan Irak.
“Pertama saya berbicara soal Vietnam. Saya pikir ini waktunya bagi Indonesia untuk balas dendam tentang apa yang terjadi di Piala AFF (2022),” ungkap Sandy Walsh dalam kanal YouTube pribadinya.
“Lalu Irak, saya tidak terlalu banyak mengetahui tentang mereka. Tapi, kami akan melakukan persiapan yang baik,” tambah dia.
“Jepang merupakan tim yang rutin tampil di Piala Dunia atau di Piala Asia. Baik untuk kami untuk menantang mereka dan kami mencoba yang terbaik hingga akhir, tidak ada yang mustahil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Concacaf bergabung dengan UEFA mengkritik proposal FIFA Forward Enterprise. Transparansi dan proses konsultasi menjadi sorotan utama terhadap rencana bisnis bar
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY mengalami udara kabur pada Jumat 31 Juli 2026. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.