Prabowo Resmikan 5 Bendungan Sekaligus di Lombok, Ini Targetnya
Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan strategis nasional di Lombok. Ini daftar bendungan, manfaat, dan dampaknya bagi ketahanan pangan.
Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023./PSSI
Harianjogja.com, JAKARTA—Tim nasional Indonesia U-24 menelan kekalahan 0-1 dari Korea Utara (Korut) pada pertandingan terakhir Grup F yang dimainkan di Zheijang Normal University East Stadium, Jinhua, China, Minggu (24/9/2023).
Kekalahan itu membuat Indonesia menghuni peringkat ketiga dengan tiga poin di Grup F, sedangkan Korut memuncaki klasemen berkat koleksi sembilan poin.
Meski demikian Indonesia berpeluang lolos ke fase gugur, sebab pada pertandingan lain Kirgistan menang 4-1 atas Taiwan. Sehingga saat ini Kirgistan menghuni peringkat kedua dengan tiga poin, sama dengan Indonesia, namun Kirgistan unggul produktivitas gol.
BACA JUGA : Timnas Indonesia vs Korea Utara, Indra Sjafri Siapkan Strategi Khusus
Dengan posisi tersebut, Indonesia berpeluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Sebab saat ini Indonesia berada di atas Qatar (Grup D) yang hanya mengoleksi satu poin.
Pada pertandingan kontra Korut, setelah saling membaca permainan lawan, Korut mendapatkan sejumlah peluang. Diawali sundulan Jang Kukchol yang masih melambung ke atas mistar gawang Indonesia, kemudian diikuti dengan tembakan Kim Kukjin yang masih dapat diantisipasi kiper Ernando Ari.
Pada fase awal pertandingan, Korut lebih banyak menekan tim Indonesia untuk membuat pasukan Indra Sjafrie kesulitan mengembangkan permainan. Seiring bergulirnya waktu, perlahan-lahan Indonesia mampu keluar dari tekanan dan mencuri peluang melalui Ramai Rumakiek namun terlalu lemah.
Korut kemudian mencoba peruntungan melalui sepakan spekulasi Kang Kukchol, yang masih melambung di atas mistar gawang Ernando. Namun gawang Ernando akhirnya kemasukan pada menit ke-40, melalui gol yang dibukukan Kim Yusong.
Menjelang turun minum gawang Indonesia kembali kemasukan gol yang dicetak oleh pemain yang sama. Tetapi gol itu tidak disahkan wasit karena salah satu pemain Korut berada dalam posisi offside sebelum bola masuk ke gawang Ernando. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 bagi Korut.
Sebanyak dua peluang bagus kembali didapat Korut pada awal babak kedua. Pertama saat salah seorang pemain mereka meliuk-liuk di sisi kanan pertahanan Indonesia sebelum kemudian melepaskan tembakan yang hanya menghasilkan tendangan sudut, kemudian ketika umpan silang Kim Pyonghok dapat disambar rekannya namun bola masih melambung di atas mistar gawang Indonesia.
Peluang lagi-lagi menjadi milik Korut saat Kim Kukjin mendapat umpan terobosan, untuk kemudian melepaskan tembakan yang masih melebar di sisi kiri gawang Indonesia.
BACA JUGA : Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Korea Utara Asian Games 2023, Skenario Lolos, H2H
Indonesia lantas mendapat peluang bagus. Dewangga yang melihat celah di pertahanan Korut mengirimkan umpan lambung terobosan, sebelum bola gagal disambar oleh Ramai.
Gawang Indonesia kembali terancam pada menit ke-78. Hwang Changjun yang mendapatkan ruang tembak mencoba melepaskan tembakan jarak jauh, namun bola masih membentur tiang gawang kanan Indonesia. Skor 1-0 untuk keunggulan Korut kemudian bertahan sampai peluit panjang dibunyikan wasit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo resmikan 5 bendungan strategis nasional di Lombok. Ini daftar bendungan, manfaat, dan dampaknya bagi ketahanan pangan.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
KPK menduga rumah milik Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul menggunakan nama orang lain sehingga tidak tercatat dalam LHKPN.
Seorang pria 61 tahun ditemukan meninggal di Sungai Bedog, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan, korban diduga punya riwayat epilepsi.
Sebanyak 2.663 ASN Jawa Barat terindikasi judi online. Pemprov Jabar siapkan sanksi mulai pembinaan hingga pemecatan.
Harga barang diprediksi naik pada akhir 2026 akibat biaya produksi dan pelemahan rupiah. Daya beli masyarakat terancam melemah.