Joan Mir Kehilangan Podium usai Dihukum 16 Detik di Catalunya

Jumali
Jumali Senin, 18 Mei 2026 22:27 WIB
Joan Mir Kehilangan Podium usai Dihukum 16 Detik di Catalunya

Joan Mir/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Drama besar terjadi di MotoGP Catalunya 2026 setelah Federasi Balap Motor Internasional (FIM) menjatuhkan penalti kepada lima pembalap akibat pelanggaran aturan tekanan ban. Keputusan tersebut langsung mengubah hasil akhir balapan dan mengguncang persaingan klasemen musim 2026.

Balapan di Catalunya sebelumnya memang sudah berlangsung kacau setelah dua insiden besar memicu keluarnya bendera merah sebanyak dua kali. Namun kontroversi terbesar justru muncul setelah lomba selesai ketika steward FIM mengumumkan hukuman tambahan untuk sejumlah pembalap.

Lima rider yang terkena penalti 16 detik adalah Joan Mir, Raul Fernandez, Toprak Razgatlioglu, Jack Miller, dan Alex Rins.

Dampak terbesar dirasakan Joan Mir. Pembalap Honda itu awalnya finis di posisi kedua dan sempat memberikan harapan podium penting bagi tim pabrikan Jepang tersebut. Namun setelah penalti dijatuhkan, Mir melorot drastis keluar dari posisi 10 besar.

Sementara itu, Alex Rins turun dari posisi ke-11 ke peringkat ke-14. Jack Miller yang semula finis ke-14 turun ke posisi ke-15 tetapi masih mengamankan satu poin. Toprak Razgatlioglu juga kehilangan poin setelah turun dari posisi ke-15 menjadi ke-16.

Di sisi lain, Francesco Bagnaia sempat masuk daftar investigasi, tetapi akhirnya lolos dari hukuman karena penurunan tekanan ban dinilai terjadi akibat kebocoran pada pelek roda.

Keputusan tersebut membuat Bagnaia justru naik ke podium ketiga.

Aturan tekanan ban MotoGP sendiri diterapkan untuk alasan keselamatan. Regulasi mewajibkan tekanan ban depan minimal berada di angka 1,8 bar dan ban belakang minimal 1,68 bar dalam durasi tertentu selama balapan berlangsung.

Untuk balapan utama MotoGP, pembalap wajib memenuhi batas tekanan minimal setidaknya selama 60% total lap. Jika melanggar, hukuman otomatis berupa penalti waktu 16 detik akan diberikan.

Pada GP Catalunya yang berlangsung selama 24 lap, para pembalap diwajibkan menjaga tekanan ban sesuai regulasi minimal selama sekitar 14 hingga 15 lap.

Akibat penalti tersebut, susunan podium pun berubah total. Fabio Di Giannantonio tetap keluar sebagai pemenang, sementara Fermin Aldeguer naik ke posisi kedua dan Bagnaia melengkapi podium ketiga.

Kontroversi ini juga berdampak besar terhadap klasemen sementara MotoGP 2026. Pembalap Marco Bezzecchi kini memperlebar keunggulan menjadi 15 poin atas Jorge Martin.

Fabio Di Giannantonio naik ke posisi ketiga klasemen dengan 116 poin, sedangkan Fermin Aldeguer melonjak lima peringkat setelah keberhasilannya naik podium.

Sementara itu, Bagnaia kini berada di posisi kedelapan klasemen, sedangkan Marc Marquez yang masih dibekap cedera tertahan di posisi kesembilan dengan 57 poin.

Penalti tekanan ban di Catalunya menjadi salah satu kontroversi terbesar MotoGP musim ini. Kasus tersebut kembali menegaskan bahwa regulasi teknis memiliki dampak sangat besar terhadap hasil balapan, bahkan setelah garis finis dilewati.

Bagi Honda, hilangnya podium Joan Mir menjadi pukulan telak. Sementara bagi para pesaing gelar juara dunia, setiap poin kini semakin krusial dalam perebutan titel MotoGP 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online