Seluruh Atlet Tour de Prambanan 2023 dapat Perlindungan BPJamsostek

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 13 Oktober 2023 17:37 WIB
Seluruh Atlet Tour de Prambanan 2023 dapat Perlindungan BPJamsostek

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Teguh Wiyono saat menyerahkan kepesertaan BPJamsostek peserta Tour de Prambanan kepada Ketua Umum Ganefo Olympic Center selaku penyelenggara Tour de Prambanan, Syukron Arif Muttaqin, pada konferensi pers Tour de Prambanan, Jumat (13/10/2023) sore, di Grand Diamond HotelYogyakarta. Ist

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 658 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian memeriahkan event Tour de Prambanan kelima yang berlangsung Sabtu (14/10/2023).

Seluruh peserta baik atlet profesional maupun penghobi sepeda terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. Kepastian ini disampaikan langsung Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Teguh Wiyono, pada konferensi pers Tour de Prambanan, Jumat (13/10/2023) sore, di Grand Diamond Hotel Yogyakarta.

“Langkah tepat panitia Tour de Prambanan menggandeng kami BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan terhadap atlet dan peserta mulai dari pendaftaran sampai selesainya kegiatan,” kata Teguh di sela kegiatan.

BACA JUGA: Tour de Prambanan Libatkan 1.270 Pesepeda, Ribuan Lain Masuk Waiting List

Didampingi Ketua Umum Ganefo Olympic Center selaku penyelenggara Tour de Prambanan, Syukron Arif Muttaqin, Race Director Tour de Prambanan, Ferry Harnanto serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Sleman, lebih lanjut Teguh menyampaikan perlindungan itu terkait dengan risiko apabila terjadi kecelakaan.

“Mulai dari start sampai selesai apabila ada risiko di jalan, misalnya terjadi crash, maka BPJS Ketenagakerjaan memberikan biaya perawatan sampai sembuh,” jelasnya.

Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menanggung biaya angkut maupun ambulans termasuk risiko cacat juga diberikan santunan. Selaain itu, selama menjalani perawatan maka penghasilan selama hari yang ditinggalkan itu juga akan memperoleh ganti.

Meski semua tidak menginginkan terjadi, kata Teguh, jika sangat fatal misalnya sampai meninggal dunia maka akan memperoleh santunan Rp 70 juta. Apabila meninggal di rumah setelah mengikut event itu maka akan memperoleh santunan Rp 42 juta.

“Kami menyambut baik apabila semua event DIY melibatkan BPJS Ketenagakerjaan, karena kami ini badan publik nirlaba yang tidak mencari untung,” kata Teguh, sebagaimana amanah undang-undang.

BACA JUGA: Tour de Prambanan Siapkan Rute Menanjak 10 Kilometer

Sementara Syukron Arif Muttaqin pun menyambut seluruh peserta diasuransikan. “Alhamdulillah tahun ini seluruh peserta dapat asuransi jika ada seuatu yang tidak diinginkan. Semoga lancar dan tidak ada ada kendala,” kata dia.

Syukron menambahkan Tour de Prambanan kali ini diikuti 658 pesepeda. Sekitar 70% lebih berasal dari luar DIY. Peserta akan menempuh rute sejauh 111 kilometer melintasi tiga kabupaten yaitu Sleman, Bantul dan Gunungkidul. “Tahun lalu rute sejauh 128 km. tahun ini meski berkurang namun medannya lebih menantang. Jalannya cukup berkelok-kelok, lokasinya menarik,” kata dia.

Start dari Lapangan Nandi Candi Prambanan Sleman, peserta akan singgah di tiga pemberhentian yaitu di Lapangan Kebon Agung Bantul, Kecamatan Sanden dan Berbah.
Dia mengakui peserta tahun ini berkurang, tahun lalu 1.400, karena ada event yang sama di Banyuwangi.

“Tidak masalah, yang penting event sport tourism ini menarik peserta datang ke Jogja. Semoga cuaca tidak begitu panas,“ katanya.

Menurut dia, Tour de Prambanan tahun ini ada kejutan medali yang cukup menarik serta fasilias yang bergengsi. Ini yang membedakan dengan event lainnya. Ada hiburan Gita Anjani, bintang Pantura,” kata dia.

Ferry Harnanto mengatakan Tour de Prambanan dibagi menjadi dua kategori yaitu race dan non-race untuk mencari pemenang kejuaraan ini King of Mountain (KOM) dan Queen of Mountain (QOM) dengan jarak tempuh lima kilometer, finish di Rumah Kopi Panggang Gunungkidul.

Baik Syukron maupun Harry serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Sleman berharap event serupa tahun depan bisa lebih meriah lagi diikuti peserta lebih banyak lagi. Selain untuk memperomosikan pariwisata Yogyakarta, yang paling penting adalah semua peserta terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online