Indonesia Turunkan 432 Atlet pada Asian Games 2026 di Jepang
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
Yoyok Sukawi /Antara.
Harianjogja.com, SEMARANG—PSIS Semarang meminjamkan dua pemain mudanya ke Persik Kendal yang akan berkompetisi Liga 3 Indonesia musim ini.
CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan, keputusan meminjamkan Adithya Jorry Guruh dan Aqsha Saniskara tersebut berdasarkan hasil evaluasi tim pelatih.
BACA JUGA : Liga 1, PSIS Semarang Siap Membendung Permainan Agresif Persis Solo
"Untuk menambah jam terbang diputuskan untuk meminjamkan Jorry dan Aqsha ke Persik Kendal," katanya.
Menurut dia, meski bermain untuk Persik Kendal keduanya tetap berstatus sebagai pemain PSIS. Usai memperkuat Persik, ia berharap keduanya lebih matang dan siap saat kembali ke PSIS.
Terpisah, manajer Persik Kendal Agung Buwono menyampaikan terima kasih kepada PSIS Semarang atas peminjaman kedua pemain.
Ia berharap keduanya bisa berkontribusi dan membawa Persik lolos ke Liga 2. Kompetisi Liga 3 Indonesia akan digelar oleh masing-masing Asprov PSSI yang rencananya dimulai pada November 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
Timnas Indonesia cetak delapan gol dalam dua laga. Mitchell Baker sumbang empat gol. Siap hadapi Vietnam di Pakansari, Senin (3/8).
Trisno, bassist legendaris PAS Band, meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit. Musisi dan penggemar menyampaika
Kelemahan taktik Vietnam terbongkar jelang lawan Indonesia. Simak analisis pengamat dan peluang Garuda lolos semifinal Piala AFF 2026
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menegaskan pembentukan mental calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus tetap mengutamakan budaya keselamatan dan manajemen
Nasirun meninggalkan warisan besar bagi seni rupa Indonesia. Dari kritik sosial era 1990-an hingga eksplorasi memorabilia pada 2025, karya-karyanya menjadi cerm