Libur Panjang Dongkrak Wisata Sleman, Merapi-Prambanan Jadi Primadona
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Pemain PSS Sleman, Leonard Tupamahu berlatih di Lapangan Pakembinangun, Rabu (15/11/2023) sore./Istimewa-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Gelaran Piala Dunia U-17 yang digelar di Indonesia menjadi magnet para pencinta bola di Tanah Air untuk menyaksikan pertandingan dan aksi para pesepakbola muda.
Salah satunya pemain PSS Sleman, Leonard Tupamahu yang ikut menonton pertandingan Piala Dunia U-17 di Solo.
Leo menilai gelaran semacam ini tidak sering terjadi di Indonesia. "Kita tahu gelaran ini tidak sering terjadi di Indonesia dan bahkan menjadi sejarah untuk kita," ujarnya di Lapangan Pakembinangun, Rabu (15/11/2023) sore. "Saya sudah menonton pertandingan perdana kemarin di Solo yaitu Mali melawan Uzbekistan dan Kanada menghadapi Spanyol," imbuhnya.
Dia menceritakan dua laga itu sangat seru ketika disaksikan. Apalagi Spanyol yang ditonton Leo dipenuhi talenta brilian Liga Spanyol. "Laga yang sangat seru untuk dilihat. Terutama Spanyol, kita tahu mereka memiliki beberapa talenta muda yang sudah bermain di Liga Spanyol," ungkapnya.
Pemain PSS bernomor punggung 88 ini juga mengomentari fasilitas Stadion Manahan, Solo yang sudah dipoles menjadi lebih baik. Harapan Leo fasilitas mumpuni semacam ini dapat mendorong perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya.
"Secara fasilitas, kita tahu Stadion Manahan menjadi jauh lebih baik. Beberapa lapangan latihan di sekitar Solo juga sudah diperbaiki lebih bagus. Semoga ini menjadi tonggak untuk sepak bola Indonesia berkembang ke depannya," tandasnya.
BACA JUGA: Indonesia Masih Berpeluang Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17, Begini Skenarionya
Saat ditanya kans Indonesia di Piala Dunia U17, Leo optimis Garuda Muda bisa lolos ke babak selanjutnya. Dengan catatan, para pemain harus memanfaatkan dukungan dari suporter.
"Menurut saya semua masih memiliki peluang untuk lolos. Apalagi kita tahu jarak poin tidak terlalu jauh antara Ekuador, Maroko, dan Indonesia. Tapi menang melawan Maroko menjadi syarat utama Timnas kita," tuturnya.
Meski tidak mudah, Leo berharap timnas bisa memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah yang akbar dengan cuaca di Indonesia. "Tidak mudah memang karena kita tahu Maroko juga bermain bagus dan postur pemain yang bagus. Tapi kita harus bisa memanfaatkan keuntungan tuan rumah dan cuaca di Indonesia," kata dia.
"Apalagi, kita didukung oleh suporter yang luar biasa, semoga Indonesia bisa memenangkan pertandingan tersebut," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Rupiah melemah hingga Rp17.800 per dolar AS. DPR menilai kondisi ini dipicu sentimen, bukan krisis seperti 1998. Ini penjelasannya.
Program MBG menjangkau 62,4 juta penerima di Indonesia. Siswa mendominasi, total 8,3 miliar porsi telah disalurkan sejak 2025.
BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk desil 3. Simak strategi KPR subsidi, BSPS, hingga digitalisasi untuk menjangkau masyarakat unbanked.
Megawati Soekarnoputri bersama keluarga melakukan pertemuan dan santap malam dengan Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X
Persebaya menang telak 5-0 atas Persik Kediri di laga penutup Super League. Bruno Moreira cetak dua gol, Bajol Ijo finis keempat.