5 Dosen UPN Jogja Disanksi, Terbukti Lakukan Pelecehan Verbal
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemain PSS menepi saat laga menghadapi PSIS di Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu (3/12/2023)./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com,SLEMAN—PSS Sleman telah mengimbau para suporter untuk tidak hadir di seluruh pertandingan tandang Super Elang Jawa di musim ini. Hal ini merujuk aturan yang berlaku di BRI Liga1-2023/2024 yang melarang kehadiran suporter tim tamu untuk bertandang ke kandang tuan rumah.
"PSS sudah tidak kurang untuk memberitahu pendukungnya untuk tidak hadir di seluruh pertandingan tandang PSS termasuk di Stadion Jatidiri kemarin. Dalam imbauan tersebut dengan jelas kami beritahu konsekuensi apa yang akan PSS terima atas kejadian lanjutan nantinya," kata Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa di Omah PSS, Sleman, Senin (4/12/2023) siang.
Kejadian yang terjadi di Stadion Jatidiri, Semarang pada Minggu (3/12/2023) sangat disayangkan PSS. Pertikaian antar suporter seharusnya tidak terjadi dan seluruh penonton bisa menikmati pertandingan hingga akhir laga.
"Kami dari PSS sangat menyayangkan kejadian di akhir laga kemarin. Seharusnya kita bisa mengakhiri laga dengan baik. Namun ada beberapa oknum yang malah merusak hal tersebut," tegas Gusti.
Baca Juga:
PSS Sleman Kalah 0-1 dari PSIS Semarang, Diwarnai Kericuhan
Lima Bus Suporter PSS Sleman Dijarah dan Dirusak di Stadion Jatidiri
Setengah Permainan, PSS Sleman Kebobolan 1 Gol Melawan PSIS Semarang
Lebih-lebih Gusti menilai tindakan semacam itu dapat merusak sportivitas dalam olahraga. "Kami juga secara luas memandang hal-hal seperti ini merusak sportivitas dalam olahraga. Tidak hanya dalam kejadian ini saja, hal tersebut sangat kami sayangkan dan tidak seharusnya terjadi," imbuhnya.
Karenanya, sekali lagi Gusti mengimbau untuk seluruh PSS Fans agar tidak mengulangi hal tersebut kembali dilakukan. "PSS kembali mengimbau untuk PSS Fans tidak mengulangi hal tersebut lagi. Kita harus menghormati seluruh keputusan Federasi, PT LIB dan Panpel tim lawan dalam hal ini untuk tidak hadir ke stadion," lanjut Gusti.
Bagi Gusti, perjalanan PSS di Liga 1 terbilang masih panjang. Sehingga ia mengharap insiden semacam ini tidak terulang agar penggawa PSS Sleman bisa fokus dalam pertandingan.
"Perjalanan PSS masih panjang di Liga 1. Kami sangat menyayangkan kejadian kemarin dan berharap hal tersebut tidak terulang kembali. Tujuannya tentu agar PSS bisa fokus menjalani pertandingan dan kembali meraih hasil positif," tukasnya. (Cad/*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.
Film Disclosure Day karya Spielberg dipuji sebagai yang terbaik dalam 20 tahun, tampilkan Emily Blunt memukau dan cerita UFO penuh misteri.
Petani tembakau dan cengkeh menolak aturan kemasan rokok polos dari Kemenkes. Mereka khawatir kebijakan ini mengancam ekonomi jutaan petani.
Donald Trump memperingatkan Oman terkait Selat Hormuz. AS tegaskan jalur pelayaran vital itu tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
Jadwal SPMB Kulonprogo 2026 resmi diumumkan. Cek kuota SD-SMP terbaru, jalur domisili berubah dan pendaftaran kini full online.