Telkom Perkuat Kesiapan Hadapi Era Komputasi Kuantum
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Atta (kiri) dan Rangga (kanan) memperlihatkan koleksi medali yang diperolehnya dalam event ini. Ist
JOGJA–Dua atlet senam artistik putra dari DI Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Kompetisi Gymnastik Internasional Gavrila ke-10 yang diadakan di Jakarta, 9-10 November 2024.
Dalam event itu, dua atlet putra Tariq Mukti Zaydan atau Atta (dari Yogyakarta Gymnastic Club/YGC) dan Raden Rangga Aditya Suhardi atau Rangga (Artistic Bantul Club/ABC) masing-masing berhasil menyabet emas di nomor lantai dan nomor meja lompat dalam kategori Men’s Artistic Gymnastic (MAG) Level 3.
Selain menyabet emas di dua nomor yang dipertandingkan, Atta dan Rangga juga berhasil mendominasi podium juara untuk nomor serba alat (all around). Atta berhasil menggondol perak dengan hanya selisih 0,05 poin dari juara pertama (36.650) dan Rangga mendapat perunggu dengan nilai 36.550.
Emas kategori all around diperoleh Fico Novrantoro dari klub Gavrila. Selain nomor lantai dan meja lompat, dua nomor lainnya adalah gelang-gelang dan kuda pelana. Di nomor kuda pelana, Rangga dan Atta masing-masing mendapatkan perak dan perunggu.
Coach Adi, salah satu panitia penyelenggara kompetisi Gavrila, memberikan apresiasi atas prestasi yang dicapai oleh atlit-atlit dari Yogyakarta ini. “Ini membuktikan senam artistik Yogyakarta bangkit lagi,” ujarnya.
Coach Adi berpesan untuk menjaga talenta/minat para atlit dan berharap atlit-atlit potensial Yogyakarta akan terus aktif mengikuti kompetisi-kompetisi nasional dan internasional lainnya.
Sebagai coach, Restu Fauzi dari ABC dan Izzul Anhar dari YGC menyatakan kepuasannya dengan prestasi yang dicapai para atlitnya. “Prestasi ini menunjukkan klub dari Yogyakarta bisa bersaing dengan klub-klub besar dari Indonesia maupun luar negeri,” ujar Restu dan Izzul.
Salah satu wali atlit yang turut mendampingi selama event ini, Achmad Uzair, bersyukur dengan capaian ini. “Prestasi ini adalah buah kerja keras atlit, pelatih dan ekosistem. Oleh karenanya, sebagai wali, saya sangat berharap ekosistem olahraga senam ini terus bertransformasi menjadi lebih baik agar ada lebih banyak bibit unggul ditemukan,” tambahnya.
Selain Atta dan Rangga, satu atlit putri atas nama Benedicta Claire Olivia Hendra juga dijadwalkan bertanding besok (10 November). Kompetisi Gymnastic Internasional Gavrila ini diikuti oleh lebih dari 450 orang pesenam yang berasal dari dalam dan luar negeri. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny