Struktur Diduga Cagar Budaya Ditemukan di PG Gesikan Bantul
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto / PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM sukses menaklukkan Persiraja dengan skor 2-0. Dalam laga yang digelar di Stadion Mandala Krida, Jumat (31/1/2025) sore WIB itu, dua gol kemenangan PSIM dicetak oleh Sheva di menit ke-47 dan Rafinha di menit ke-76.
Caretaker Pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto mengaku sedikit terkejut dengan hasil yang didapatkan. Meski demikian, dia sangat mengapresiasi perjuangan para pemain serta dukungan suporter yang membuat PSIM tampil lebih percaya diri. "Saya sendiri kok bingung, kok menang lagi. Saya apresiasi perjuangan pemain, juga dukungan suporter yang memudahkan langkah kami. Apa yang kami latih selama persiapan bisa diterapkan dengan baik saat pertandingan, itu yang membuat saya sangat puas," ucap dia.
Dia juga menekankan bahwa kemenangan ini bukan hanya berkat individu tertentu, melainkan hasil dari permainan kolektif yang solid. "Tim ini kami bangun secara kolektif. Semua pemain bermain bagus dan menjadi satu kesatuan yang utuh. Setiap peran di tim ini sangat penting dalam kemenangan ini."
Sementara Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas mengakui bahwa timnya bermain baik, tetapi kembali kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial. "Pertandingan cukup seru, kami juga bermain baik. Saya apresiasi kerja keras pemain kami. Kami bermain terbuka dan menciptakan banyak peluang, tetapi lagi-lagi masalah konsentrasi menjadi kendala utama yang membuat kami kalah," jelasnya.
BACA JUGA: Bekuk Persiraja 2-0, PSIM Jogja Kian Dekat ke Liga 1
Akhyar juga menyesalkan kurangnya fokus timnya di babak kedua yang menyebabkan mereka kebobolan dua gol. "Di babak pertama kami tampil cukup baik, tetapi di babak kedua konsentrasi menurun sehingga kami kebobolan dua gol. Kami juga kurang beruntung di pertandingan ini," katanya.
Meski mengalami kekalahan, ia menegaskan bahwa timnya belum menyerah dan akan terus berjuang di sisa kompetisi. "Kami ingin bermain agresif, makanya mencoba mengganti sejumlah pemain untuk penyegaran. Namun, ada beberapa kesalahan yang membuat performa menurun. Tetapi kami belum mati. Kami masih akan bertarung sampai akhir, apapun yang terjadi, kami akan terus berjuang," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur diduga cagar budaya ditemukan di bekas PG Gesikan Bantul. Disbud minta tidak dibongkar dan wajib dilindungi.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.