Kimi Antonelli Tinggal Butuh 2 Poin untuk Kunci Gelar Juara Dunia F1
Kimi Antonelli memenangi F1 GP Amerika Serikat 2026 dan memimpin klasemen dengan 365 poin. Ia tinggal membutuhkan dua poin untuk mengunci gelar.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— FIFA menghadapi tantangan besar menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 setelah negosiasi hak siar di India dan Tiongkok belum menemukan titik temu. Situasi ini menjadi sorotan karena kedua negara tersebut merupakan pasar terbesar yang diharapkan menjadi motor pertumbuhan turnamen dengan format baru 48 tim.
Jika kesepakatan gagal tercapai, lebih dari sepertiga populasi dunia berpotensi tidak memiliki akses siaran resmi untuk menyaksikan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu memang dirancang FIFA sebagai era baru sepak bola global.
Perluasan peserta dari 32 menjadi 48 tim diharapkan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara besar seperti India dan Tiongkok untuk tampil di putaran final.
Namun, hingga kini hak siar seluruh 104 pertandingan di dua negara tersebut masih belum terjual.
Masalah utama berasal dari tingginya harga yang diminta FIFA.
Untuk India, FIFA sebelumnya meminta sekitar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,75 triliun untuk paket hak siar Piala Dunia 2026 dan edisi berikutnya.
Sedangkan di Tiongkok, nilai yang diminta mencapai 250 hingga 300 juta dolar AS.
Meski FIFA sudah menurunkan harga, negosiasi masih berjalan alot.
Di India, nilai hak siar dilaporkan turun menjadi sekitar 35 juta dolar AS, tetapi penawaran tertinggi dari JioStar hanya berada di angka 20 juta dolar AS.
Penurunan tersebut sangat kontras dibanding kontrak sebelumnya.
Sony diketahui pernah membayar sekitar 90 juta dolar AS untuk hak siar Piala Dunia 2014 dan 2018.
Sementara Viacom18 mengeluarkan sekitar 62 juta dolar AS untuk Piala Dunia 2022 di Qatar.
Banyak pihak awalnya menilai selisih waktu menjadi penyebab utama.
Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara membuat banyak pertandingan dimainkan pada dini hari waktu Asia.
Namun, anggota Komite Eksekutif AFC sekaligus mantan Sekjen Federasi Sepak Bola India, Shaji Prabhakaran, menilai persoalan sebenarnya ada pada kondisi industri penyiaran olahraga India yang sedang melemah.
Menurutnya, minimnya persaingan membuat penyiar enggan mengambil risiko besar.
Saat ini pasar penyiaran olahraga India praktis hanya dikuasai JioStar dan Sony.
“Tidak ada persaingan nyata,” ujar Prabhakaran kepada The Guardian.
Selain itu, dominasi kriket di India juga membuat sepak bola sulit menarik investasi besar.
Bahkan Liga Premier India yang sangat populer disebut mengalami penurunan penonton hingga 26 persen musim ini.
Kondisi di Tiongkok juga tidak jauh berbeda.
Menurut FIFA, pasar Tiongkok menyumbang hampir 18 persen jangkauan televisi linear global Piala Dunia 2022 dan hampir 50 persen untuk platform digital.
Namun, CCTV sebagai pemegang hak siar tradisional hanya memiliki anggaran sekitar 60 hingga 80 juta dolar AS.
Jumlah itu masih jauh dari harga yang diinginkan FIFA meski sudah dipangkas menjadi sekitar 120 hingga 150 juta dolar AS.
Selain persoalan biaya, kegagalan Timnas Tiongkok lolos ke beberapa edisi terakhir Piala Dunia membuat minat publik ikut menurun.
Banyak penggemar muda di Tiongkok kini lebih memilih mencari siaran ilegal melalui internet dibanding berlangganan layanan resmi.
FIFA disebut telah mengirim delegasi tingkat tinggi ke Beijing untuk mempercepat negosiasi.
Sementara proses pembicaraan di India diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Situasi ini menjadi ujian besar bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Jika FIFA terus menurunkan harga mendekati turnamen, negara lain berpotensi melakukan strategi serupa pada masa mendatang.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, drama ini memperlihatkan bahwa Piala Dunia bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga bisnis media bernilai miliaran dolar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli memenangi F1 GP Amerika Serikat 2026 dan memimpin klasemen dengan 365 poin. Ia tinggal membutuhkan dua poin untuk mengunci gelar.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.
Bea Cukai mencatat 127 penindakan ekspor emas ilegal senilai Rp1,02 triliun. Bersama Polri dan ESDM, pemerintah memburu korporasi di balik jaringan tersebut.
Prabowo memanggil Yusril ke Istana untuk membahas kajian DEN soal definisi korupsi dan wacana pembaruan UU Pemberantasan Tipikor.
Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Sulsel terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan TPPU