Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—Di tengah situasi krusial mendulang poin demi poin di penghujung kompetisi BRI Liga 1-2024/2025, PSS Sleman dipastikan tanpa kehadiran sang pelatih saat menghadapi PSIS Semarang pada hari Jum’at (9/5/2025) mendatang.
Pasalnya akumulasi kartu yang diterima Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra membuatnya tak bisa mendampingi anak asuhnya di pinggir lapangan.
Merujuk dalam peraturan BRI Liga 1-2024/25 pasal 58 ayat 13, Ofisial yang memperoleh akumulasi dua kartu kuning dalam dua pertandingan berbeda tidak diperkenankan untuk mendampingi tim sebanyak satu kali. Sementara Huistra tercatat mendapatkan kartu kuning pada laga menghadapi Dewa United dan PSM Makassar.
Menanggapi absennya dirinya di pinggir lapangan dalam laga kontra PSIS Semarang, Huistra menyebut hal tersebut tidak menjadi masalah. Terpenting, bagaimana tim disiapkan dengan baik untuk menatap laga tersebut.
"Hal tersebut tidak menjadi masalah besar karena kami hanya harus mempersiapkan tim ini dengan baik. Sekali lagi, saya ulangi itu tidak menjadi masalah besar bagi PSS Sleman di pertandingan mendatang," kata Huistra pada Selasa (6/5/2025).
Di sisi lain, laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang diprediksi bakal berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama tengah berjuang lepas dari zona degradasi. Sementara absennya Pieter Huistra dalam laga tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi Laskar Sembada.
Meski bakal absen, para pemain diminta Huistra untuk tetap fokus dan menjalankan instruksi yang sudah disiapkan dalam sesi latihan. Huistra percaya kepada para pemain PSS Sleman, mereka tahu apa yang harus dilakukan.
BACA JUGA: Angin Segar bagi PSS Sleman Bertahan di Liga 1, Masih Ada Beberapa Laga Tersisa
"Saya percaya kepada staf pelatih dan para pemain. Mereka tahu apa yang harus dilakukan. Kami akan menghadapi laga ini bersama-sama sebagai sebuah tim dan memenangkan pertandingan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.