Fitur OTA Mobil Listrik Disebut Bisa Jadi Celah Serangan Siber
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra memimpin latihan PSS./Istimewa-PSS
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih dan pemain PSS Sleman meminta maaf atas kegagalan mereka bertahan di Liga 1. Skuat Super Elang Jawa harus degradasi ke liga 2 musim depan, meskipun di pertandingan terakhir menang 0-3 atas tuan rumah Madura United.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menyebut bahwa hari tersebut adalah hari yang menyedihkan bagi Sleman. Tidak hanya bagi suporter, pelatih tapi juga pemain. Padahal, sejak eks pelatih Borneo FC tersebut datang, PSS sejatinya telah memiliki progres yang bagus sampai akhir musim. Namun, progres yang ada itu tidak cukup.
BACA JUGA: Menang 3-0, Tapi PSS Sleman Tetap Degradasi ke Liga 2
Sehingga hal itu, kata Pieter sangat menyakitkan. Karena PSS sangat berarti bagi banyak orang, terutama suporter yang sangat loyal. Sehingga terdegradasi ke Liga 2, membuat pihaknya sangat menyakitkan.
"Saya sangat minta maaf kepada semua orang yang mendukung klub ini. Semua potensi yang dimiliki klub ini, saya yakin semua orang akan melihat tim ini punya potensi, karena salah satu alasan saya datang ke sini," kata ungkap pelatih asal Belanda tersebut, Sabtu (25/5/2025).
Pieter Huistra datang ke Sleman untuk melakukan pembenahan dan bekerja keras untuk menyelamatkan PSS Sleman dari ancaman degradasi.
"Tapi, kerja keras tapi tidak cukup. Sangat berat rasanya, sangat mengecewakan. Kita harus kerja keras lagi dan saya tidak bisa mengatakan apapun sekarang," katanya.
Kapten PSS Sleman, Cleberson meminta maaf kepada suporter karena PSS terdegradasi. Selain dirinya, para pemain PSS Sleman lainnya juga meminta maaf karena gagal memastikan PSS Sleman tetap bermain di Liga 1 musim depan.
"Pemain telah bermain secara maksimal, dan pemain mengucapkan maaf kepada teman-teman yang datang," katanya.
"PSS adalah klub yang sangat bagus. Saya yakin klub ini akan kembali dengan cepat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Teknologi OTA pada mobil listrik dinilai membuka celah serangan siber. Pakar mengingatkan risiko peretasan kendaraan dan pentingnya perlindungan data pengguna.
Kejaksaan Agung memastikan belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang terkait penyidikan dugaan korupsi Program Makan Berg
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi
Waspada! McAfee mengungkap 15 aplikasi Android berbahaya yang diduga dapat mencuri data pribadi hingga membobol rekening pengguna. Cek daftarnya di sini.
Presiden Prabowo menunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus baru Kejaksaan Agung. Berikut profil, rekam jejak, dan perjalanan karier jaksa senior yang pernah menangani
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Most Impactful Digital Transformation Enabler