AI Jepang Ini Bisa Temukan Sampah Plastik di Dasar Laut, 3 Kali Lebih Cepat
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.
Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez mencatatkan diri sebagai pembalap tercepat pada FP1 MotoGP Belanda 2025, di Sirkuit Assen, Jumat (27/6/2025). Padahal, Marc Marquez sempat mengalami crash pada awal-awal FP1 MotoGP Belanda 2025.
BACA JUGA: Marc Marquez Nilai MotoGP Prancis Berat
Marc Marquez terjatuh kala melintasi Tikungan 15. Marc Marquez terlihat kehilangan cengkeraman pada ban belakang. Ia terguling cukup keras di area gravel.
Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, kemudian memberikan keterangan bahwa Marc Marquez merasakan sakit di lengan kirinya.
Tardozzi juga memastikan bahwa tak perlu ada hal yang dikhawatirkan tentang kondisi Marc Marquez.
Benar saja, tak lama usai terjatuh, Marc Marquez kembali ke lintasan dan langsung mencatatkan waktu putaran 1 menit plus 32,389 detik.
Hasil FP1 MotoGP Belanda
1. Marc Marquez 1 menit 32,216 detik
2. Maverick Vinales +0,313
3. Marco Bezzecchi +0,354
4. Francesco Bagnaia +0,393
5. Fabio Diggia +0,673
6. Fabio Quartararo +0,740
7. Alex Marquez +0,899
8. Johann Zarco +0,928
9. Fermin Aldeguer +0,933
10. Alex Rins +0,935
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Bulog mengusulkan penyaluran DMO Minyakita melalui BUMN pangan menjadi 100 persen. Keputusan kini masih menunggu Kemendag.
Menko Zulhas akan menertibkan SPPG yang terlambat mengirim MBG. Evaluasi distribusi dilakukan dua bulan dan kelalaian akan ditindak.
Prabowo memanggil Bahlil dan petinggi Danantara di Hambalang membahas perampingan BUMN dan percepatan hilirisasi SDA.
Desil DTSEN di Bantul tidak bisa langsung diubah. Dinsos menyebut warga harus menunggu hingga tiga bulan setelah mengajukan koreksi data.
Erupsi Anak Krakatau pada 5 September 2026 diduga menyebabkan dentuman terdengar hingga Bandung Raya, Banten, dan Lampung.