Lava Fountain Anak Krakatau Bikin Langit Merah, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah wakil Indonesia harus angkat koper, setelah gagal di babak 32 besar Macau Open 2025, di Macau East Asian Games Dome, Avenida da Nave Desportiva, pada Rabu (30/7/2025).
BACA JUGA: Dirut PSIM Jogja Liana Tasno Akui Belum Puas pada Pramusim Super League
Pada sektor ganda campuran, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil melaju ke babak 16 besar Macau Open 2025 usai mengalahkan sesama pasangan Indonesia, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dengan skor 20-22, 21-18 dan 21-10.
Sementara ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja maju ke 16 besar Macau Open 2025 usai menyingkirkan Ayush Agarwal/Shruti Mishra (India), dengan 21-10, 21-11.
Sedangkan tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melaju ke babak 16 besar setelah menyingkirkan utusan Denmark, Mads Cristophersen dengan skor 21-19 dan 21-16.
Sementara tunggal putri Indonesia, Komang Ayu Cahya Dewi, harus mengakui keunggulan wakil China, Han Qian, dalam pertandingan babak 32 besar yang berlangsung sengit. Komang Ayu kalah dalam tiga gim dengan skor 17-21, 22-20, dan 15-21.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Anak Krakatau erupsi 25 jam. Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen dan 71 aktif sejak 1800, terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja.
Enam kebakaran terjadi di Kulonprogo dalam sehari pada Minggu, 6 September 2026. Mayoritas dipicu bakar sampah yang merembet.
Baterai LFP generasi keempat Tiongkok menembus 200 Wh/kg. Teknologi ini berpotensi meningkatkan jarak tempuh dan efisiensi mobil listrik.