Edisi Ketiga Saemen Fest Tetap Gelorakan Kreativitas Anak Muda
Festival musik lintas genre Saemen Fest kembali hadir dengan energi baru pada 2026 ini di Stadion Kridosono pada Minggu (19/7/2026).
Klub anggar Fleur de Lotus Fencing Club (FFC) Jogja mengirim tiga atletnya untuk mewakili DIY di ajang Kejurnas Anggar Antarpelajar 2025 di Bitung, Sulawesi Utara. - Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Klub anggar Fleur de Lotus Fencing Club (FFC) Jogja mengirim tiga atletnya untuk mewakili DIY di ajang Kejurnas Anggar Antarpelajar 2025 di Bitung, Sulawesi Utara pada 3-5 Agustus 2025.
Mereka yang akan bertanding di Bitung yakni Ramadhanihusayn Abisatyaveda Kurniawan yang merupakan pelajar Kelas IX SMP Muhammadiyah 1 Godean Sleman, lalu Alden Samuel Mahardita, pelajar Kelas X SMA Budi Utama Jogja; dan Greta Stefani Mahardita, pelajar Kelas IX SMPK Kalam Kudus Jogja.
Ketiganya dilepas secara resmi di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) oleh Binpres Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DIY Novi Resmi Ningrum, Humas Ikasi DIY Dina Nurmaladewi dan pelatih Faidillah Kurniawan yang juga merupakan Sekretaris Umum Ikasi DIY.
Faidillah mengungkapkan kejurnas di Bitung jadi bagian dari proses seleksi nasional (seleknas) yang digelar Pengurus Besar Ikasi sebagai langkah awal menuju Junior and Cadet Asian Fencing Championship 2026 di Jakarta.
“Dengan semangat penuh, ketiga atlet muda DIY ini membawa harapan besar. Bukan hanya bagi klub dan sekolah masing-masing tetapi juga bagi masa depan olahraga anggar di Jogja,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025).
Novi mengapresiasi kiprah atlet muda yang membawa nama DIY ke ajang nasional. Ketiga atlet potensial itu layak mewakili DIY karena menunjukkan kualitas teknik, semangat belajar dan komitmen tinggi.
“Semoga mereka bisa membawa hasil terbaik untuk dibawa pulang, sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet-atlet anggar lainnya di DIY,” ucapnya.
Dalam pesannya, Ketua Umum Ikasi DIY Tommy Susanto meminta ketiga atlet itu untuk bertanding dengan penuh semangat, dedikasi dan jiwa sportivitas.
“Gunakan setiap kesempatan di arena sebagai pembuktian atas kerja keras para atlet selama ini. Semoga membawa pulang prestasi membanggakan untuk sekolah, klub dan daerah tercinta,” paparnya.
Pendiri dan pemilik FFC Jogja, Arnita, mengatakan ketiga atlet itu bukan hanya berprestasi di arena latihan melainkan juga menunjukkan karakter, konsistensi dan mental juang yang layak diapresiasi.
“FFC berkomitmen penuh memberikan dukungan terbaik. Tidak hanya secara teknis, tetapi juga mental dan moral. Karena bagi kami, kemenangan bukan hanya soal medali tetapi tentang membentuk generasi tangguh yang siap bersaing secara sehat dan bermartabat,” katanya,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mengatur pembentukan Harga Acuan Indonesia dari transaksi BMKS dengan prinsip wajar, transparan, efisien, dan berintegritas.
Ustaz Abdul Somad mengingatkan mahasiswa UII pentingnya merawat iman, menentukan tujuan hidup, berbakti kepada orang tua, dan memilih pertemanan.
Presiden Prabowo menerima Mushaf Al Quran Gontor dalam perayaan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo.
Satgas Operasi Damai Cartenz mengamankan lima senjata dan 30 butir amunisi dalam pengembangan kasus KKB Kodap I Mamberamo Tabi di Keerom.
DVI Polda Jatim menerima 76 data ante mortem dan mengumpulkan 42 sampel DNA keluarga korban KM Virgo Transport 8.