Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Tim putra Kabupaten Sleman berhasil menyabet emas di cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN— Tim putra Kabupaten Sleman berhasil menyabet emas di cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY 2025 setelah menang tipis 0-1 atas Kabupaten Gunungkidul, Kamis (18/9/2025) pagi.
Gol tunggal Kabupaten Sleman dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Handayani, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, tersebut dicetak oleh gelandang Fadli Mafaza Daroini pada menit ke-63.
BACA JUGA: Perolehan Medali di PORDA DIY Tak Terkejar, Sleman Kunci Juara Umum
Satu emas dari cabang bergengsi sepak bola otomatis menambah koleksi emas kontingen Kabupaten Sleman di Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025 menjadi 166 medali, terhitung hingga Kamis siang.
Secara umum, di Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025 yang digelar di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman mengumpulkan 541 medali, yang terdiri atas 166 emas, 175 perak, dan 200 perunggu.
Setelah memastikan diri menjuarai sepak bola, Kabupaten Sleman tinggal menunggu apakah ada atau tidak tambahan emas dari cabang olahraga rugbi, yang juga berlangsung pada hari yang sama.
Pun ternyata gagal mendapat tambahan emas dari cabang olahraga itu, Kabupaten Sleman tetap memastikan diri keluar sebagai juara umum Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025.
"Benar-benar membanggakan. Prestis Kabupaten Sleman semakin tinggi setelah sukses menyabet emas di cabang olahraga sepak bola," terang Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menyaksikan langsung laga di Gelora Handayani.
Menurut Bupati Sleman, Kabupaten Sleman pantas bersyukur meraih emas atas tuan rumah karena sepak bola merupakan olahraga yang paling prestisius dan digemari oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan, prestasi ini bisa dikembangkan sehingga para atlet sepak bola di Kabupaten Slemanmenjadi pemain nasional dan membawa nama Indonesia di kancah internasional," tambah Harda Kiswaya.
Soal bonus, Bupati Sleman menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tentu akan menyiapkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras seluruh pemain dan ofisial tim.
"Pemkab Sleman juga bakal membantu mempersiapkan masa depan para pemain serta berkomitmen melakukan pengembangan sepak bola demi kemajuan prestasi," ujar Harda Kiswaya.
Pada kesempatan sama, Ketua Askab PSSI Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, mengapresiasi perjuangan para pemain yang berhasil mempersembahkan emas di cabang olahraga sepak bola di Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025.
"Kami berterima kasih dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh para pemain dan ofisial tim putra sepak bola Kabupaten Sleman. Mereka tidak akan hebat tanpa usaha, semangat, dan izi Allah yang memberi kemudahan," kata WK, panggilan akrabnya.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari PDI Perjuangan tersebut tak lupa berterima kasih atas dukungan masyarakat sehingga tim sepak bola putra menjadi juara sekaligus menambah perolehan emas kontingen Bumi Sembada.
"Sungguh pertandingan yang tidak mudah. Apalagi, laga digelar pada waktu yang tidak semestinya. Alhamdulillah, berkat doa masyarakat Kabupaten Sleman, kami berhasil meraih emas," papar Wahyudi Kurniawan.
Satu hal terpenting, tegas Wahyudi Kurniawan, para pemain jangan berpuas diri. "Pencapaian ini hanya batu pijakan bagi mereka untuk mencapai level yang lebih tinggi," ucapnya.
Sekretaris Umum Askab PSSI Kabupaten Sleman, Hendra Adi, mengutarakan, kunci kemenangan penting Skuat Sembada atas Kabupaten Gunungkidul adalah kedisiplin dan fokus para pemain sepanjang 90 menit.
"Partai yang tidak mudah. Saya bersyukur para pemain sabar dan telaten dalam membongkar pertahanan lawan dan cerdas memanfaatkan peluang," pungkas Hendra, yang juga Kabag Hukum Setda Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Elkan Baggott dan Ragnar Oratmangoen dipastikan tidak terkena skorsing dan berpeluang tampil di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.