2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Tim putra Kabupaten Sleman berhasil menyabet emas di cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN— Tim putra Kabupaten Sleman berhasil menyabet emas di cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVII dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) IV DIY 2025 setelah menang tipis 0-1 atas Kabupaten Gunungkidul, Kamis (18/9/2025) pagi.
Gol tunggal Kabupaten Sleman dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Handayani, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, tersebut dicetak oleh gelandang Fadli Mafaza Daroini pada menit ke-63.
BACA JUGA: Perolehan Medali di PORDA DIY Tak Terkejar, Sleman Kunci Juara Umum
Satu emas dari cabang bergengsi sepak bola otomatis menambah koleksi emas kontingen Kabupaten Sleman di Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025 menjadi 166 medali, terhitung hingga Kamis siang.
Secara umum, di Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025 yang digelar di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman mengumpulkan 541 medali, yang terdiri atas 166 emas, 175 perak, dan 200 perunggu.
Setelah memastikan diri menjuarai sepak bola, Kabupaten Sleman tinggal menunggu apakah ada atau tidak tambahan emas dari cabang olahraga rugbi, yang juga berlangsung pada hari yang sama.
Pun ternyata gagal mendapat tambahan emas dari cabang olahraga itu, Kabupaten Sleman tetap memastikan diri keluar sebagai juara umum Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025.
"Benar-benar membanggakan. Prestis Kabupaten Sleman semakin tinggi setelah sukses menyabet emas di cabang olahraga sepak bola," terang Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menyaksikan langsung laga di Gelora Handayani.
Menurut Bupati Sleman, Kabupaten Sleman pantas bersyukur meraih emas atas tuan rumah karena sepak bola merupakan olahraga yang paling prestisius dan digemari oleh masyarakat.
"Mudah-mudahan, prestasi ini bisa dikembangkan sehingga para atlet sepak bola di Kabupaten Slemanmenjadi pemain nasional dan membawa nama Indonesia di kancah internasional," tambah Harda Kiswaya.
Soal bonus, Bupati Sleman menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tentu akan menyiapkan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras seluruh pemain dan ofisial tim.
"Pemkab Sleman juga bakal membantu mempersiapkan masa depan para pemain serta berkomitmen melakukan pengembangan sepak bola demi kemajuan prestasi," ujar Harda Kiswaya.
Pada kesempatan sama, Ketua Askab PSSI Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, mengapresiasi perjuangan para pemain yang berhasil mempersembahkan emas di cabang olahraga sepak bola di Porda XVII dan Peparda IV DIY 2025.
"Kami berterima kasih dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh para pemain dan ofisial tim putra sepak bola Kabupaten Sleman. Mereka tidak akan hebat tanpa usaha, semangat, dan izi Allah yang memberi kemudahan," kata WK, panggilan akrabnya.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari PDI Perjuangan tersebut tak lupa berterima kasih atas dukungan masyarakat sehingga tim sepak bola putra menjadi juara sekaligus menambah perolehan emas kontingen Bumi Sembada.
"Sungguh pertandingan yang tidak mudah. Apalagi, laga digelar pada waktu yang tidak semestinya. Alhamdulillah, berkat doa masyarakat Kabupaten Sleman, kami berhasil meraih emas," papar Wahyudi Kurniawan.
Satu hal terpenting, tegas Wahyudi Kurniawan, para pemain jangan berpuas diri. "Pencapaian ini hanya batu pijakan bagi mereka untuk mencapai level yang lebih tinggi," ucapnya.
Sekretaris Umum Askab PSSI Kabupaten Sleman, Hendra Adi, mengutarakan, kunci kemenangan penting Skuat Sembada atas Kabupaten Gunungkidul adalah kedisiplin dan fokus para pemain sepanjang 90 menit.
"Partai yang tidak mudah. Saya bersyukur para pemain sabar dan telaten dalam membongkar pertahanan lawan dan cerdas memanfaatkan peluang," pungkas Hendra, yang juga Kabag Hukum Setda Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Pendaki 16 tahun asal Brebes, M. Fahri Maulana, meninggal setelah jatuh ke kawah Gunung Slamet dan dievakuasi lewat jalur Guci.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.