Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8/2025). (MotoGP)
Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap andalan Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengidentifikasi manajemen ban sebagai tantangan terbesar dan paling unik di Sirkuit Mandalika.
Menurut El Diablo, kondisi ban yang sulit diprediksi menjadi alasan utama di balik hasil mengejutkan, termasuk terlemparnya pembalap unggulan seperti Marc Marquez (Ducati Lenovo) dari posisi 10 besar di sesi Latihan MotoGP Mandalika 2025.
Akibat masalah tersebut, Marc Marquez harus puas berada di luar 10 besar sesi Latihan hari Jumat (3/10/2025), memaksanya untuk berjuang lebih dulu di Kualifikasi 1 (Q1).
Quartararo sendiri berhasil mengakhiri sesi Latihan di posisi ketujuh dengan catatan waktu 1 menit 29,837 detik. Hasil ini mengejutkan karena tiga posisi teratas diisi Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), Fermin Aldeguer (Gresini Ducati), dan Pedro Acosta (Red Bull KTM), bukan didominasi Ducati seperti biasanya.
Fabio Quartararo menyebut bahwa meskipun grip atau cengkeraman trek terasa bagus, reaksi ban justru sangat tidak dapat diprediksi, yang menyebabkan pace pembalap top menjadi lambat.
"Saya rasa cengkeramannya bagus, tetapi ban bereaksi dengan cara yang tidak dapat diprediksi. Itulah sebabnya kecepatan saya sangat lambat dan mengapa kecepatan banyak pengendara yang biasanya sangat cepat menjadi lambat," jelas Quartararo, dikutip dari Crash.
Quartararo menambahkan, feeling berkendara menjadi sangat terganggu. "Rasanya seperti saya berkendara dengan sangat tegang. Rasanya tidak nyaman, dan saya rasa begitu pula yang dirasakan banyak pembalap lain yang berkendara hari ini," tambahnya.
Kondisi ban yang sulit dikendalikan ini dinilai Quartararo sebagai penyebab utama mengapa pembalap top seperti Marc Marquez dan Francesco Bagnaia (yang juga harus melalui Q1) tidak mampu bersaing. Keduanya, menurutnya, luput dalam manajemen penggunaan ban yang efektif.
"Saya pikir banyak pembalap seperti Pecco (Francesco Bagnaia), seperti Marc (Marquez)... pastinya tidak merasa begitu bagus dengan bannya,” ujar Quartararo.
Sebaliknya, Quartararo memberikan pujian kepada rekan setimnya, Alex Rins (Yamaha Monster Energy), dan Miguel Oliveira (Prima Pramac Racing), yang berhasil finis di 10 besar dan langsung mengamankan tempat di Q2 MotoGP Mandalika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.