India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Risiko Penipuan
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Iran mengancam tidak akan berpartisipasi dalam undian Piala Dunia 2026 pekan depan di Washington, D.C., menyusul penolakan visa Amerika Serikat terhadap Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj. Ancaman boikot ini disampaikan langsung oleh juru bicara federasi.
Juru bicara FFIRI, Amir Mehdi Alavi, menyatakan penolakan visa tersebut sebagai keputusan politik yang tidak berkaitan dengan olahraga. "Kami telah memberi tahu FIFA bahwa keputusan yang diambil tidak berkaitan dengan olahraga, dan anggota delegasi Iran tidak akan berpartisipasi dalam undian Piala Dunia," kata Alavi, seperti dikutip dari Tehran Times, Senin (1/12/2025).
Iran termasuk dalam salah satu dari 19 negara yang warganya menghadapi pembatasan masuk ke AS berdasarkan kebijakan imigrasi yang dikeluarkan oleh mantan Presiden Donald Trump pada Juni 2025 lalu. Meskipun kebijakan tersebut memberikan pengecualian bagi atlet, pelatih, dan ofisial yang terlibat dalam ajang olahraga besar seperti Piala Dunia, pengecualian itu tampaknya tidak berlaku sepenuhnya untuk delegasi Iran.
Menurut laporan, tiga orang dari delegasi Iran, termasuk Presiden FFIRI Mehdi Taj, ditolak visanya oleh Departemen Luar Negeri AS. Sementara itu, empat anggota lainnya, seperti Pelatih Kepala Timnas Iran Amir Ghalenoei, justru mendapatkan izin masuk.
Ini bukan kali pertama Iran mengalami kendala visa. Pada Oktober lalu, dilaporkan bahwa baik Taj maupun Ghalenoei sempat ditolak visanya. Persoalan tersebut kemudian dibawa oleh FFIRI langsung ke hadapan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Sebelumnya, Infantino telah berupaya menenangkan situasi dengan menegaskan bahwa semua pihak akan disambut dalam Piala Dunia 2026. Dalam pernyataannya pada 9 Oktober 2025, ia menyebut telah melakukan pembahasan intensif dengan pemerintah AS. "Kami berdiskusi dengan sangat baik bersama pemerintah AS. Ada gugus tugas Gedung Putih yang dipimpin Presiden Trump, dan semua topik ini dibahas di sana," ujar Infantino.
Infantino menambahkan, "Dengan semua sekretaris negara terkait, tidak akan ada masalah terkait visa, terutama untuk tim peserta dan delegasi, dan kami juga sedang mengerjakan hal yang sama untuk para penggemar. Semoga kabar baik segera muncul."
Sebagai langkah antisipasi, FIFA telah meluncurkan "FIFA Pass", sebuah skema yang memberikan prioritas pemrosesan visa bagi pemegang tiket Piala Dunia. Namun, FIFA menegaskan bahwa prioritas ini bukan jaminan kepastian disetujuinya visa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Perlindungan pekerja film di Jogja masih lemah. Raperda Perfilman DIY diharapkan atur kesejahteraan, BPJS, dan akses bioskop.
Minyakita diduga berbau solar ditarik dari peredaran. Kemendag ancam sanksi tegas, Bulog pastikan penggantian untuk warga.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran dihadiri ribuan pelayat dan tokoh dunia, berlangsung hingga sepekan.
Persib Bandung resmi datangkan Ragnar Oratmangoen dengan kontrak 3 tahun. Tambah kekuatan untuk Liga dan Asia.
Kapolri Listyo Sigit lantik 8 pejabat Polri termasuk 6 Kapolda. Ini daftar lengkap dan pesan penting untuk pelayanan publik.