Polisi Selidiki Keributan di Tegalrejo Jogja, Diduga Penganiayaan
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA—Status sebagai tim promosi tak membuat PSIM Jogja minder di Super League 2025/2026. Laskar Mataram justru tampil mengejutkan dengan menembus lima besar klasemen hingga pekan ke-13 kompetisi.
PSIM bahkan mampu mengungguli sejumlah tim mapan seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya, dan Bali United yang selama ini dikenal sebagai langganan papan atas. Padahal, tim asuhan Jean-Paul Van Gastel hanya dibebani target bertahan dengan nyaman pada musim pertamanya kembali ke kasta tertinggi.
Meski performa tim menuai pujian, Van Gastel meminta para pemainnya untuk tetap membumi. Pelatih asal Belanda itu menegaskan pentingnya menjaga sikap dan kesadaran diri sebagai tim promosi agar tidak terlena dengan posisi sementara di klasemen.
“Saya ingin melihat sikap bagaimana kami melakukannya sejauh ini. Seperti menjadi rendah hati, menjadi sederhana, bahwa kami hanyalah tim promosi,” ujar Van Gastel, Selasa (16/12/2025).
Menurutnya, posisi PSIM di papan atas harus dijadikan bahan evaluasi, bukan semata kebanggaan. Ia ingin anak asuhnya memahami faktor-faktor yang membuat tim mampu bersaing dan menjadikannya motivasi untuk terus bekerja keras.
“Saya ingin melihat bahwa kami berjuang di posisi ini karena beberapa alasan. Saya ingin melihat alasannya mengapa kami ada di posisi ini, saya ingin melihat attitude yang tepat,” tandasnya.
Van Gastel berharap fokus, disiplin, dan kerendahan hati tetap menjadi pegangan PSIM dalam menghadapi laga-laga selanjutnya agar performa positif dapat dipertahankan hingga akhir musim.
Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Meski berada di papan atas, PSIM masih memiliki sejumlah catatan yang perlu dibenahi, terutama di sektor pertahanan.
Di antara 10 besar klasemen Super League, PSIM tercatat sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak kedua setelah Arema FC. Total 15 gol telah bersarang ke gawang Laskar Mataram, terpaut tiga gol dari Arema yang kebobolan 18 gol.
Tak hanya itu, PSIM juga menjadi satu dari dua tim dengan selisih gol paling minim di jajaran 10 besar bersama Arema FC. Kedua tim sama-sama mencatatkan selisih gol +1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.