29 Juli: Mengenang Pahlawan TNI AU dan Hari Harimau Sedunia
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Ilustrasi Motogp - Foto Diolah menggunakan AI/StokCake
Harianjogja.com, JOGJA—Manajer legendaris Davide Brivio menilai persaingan MotoGP saat ini sebenarnya sudah baik, namun masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dari sisi format akhir pekan balapan.
“Dari sisi olahraga, saya rasa persaingan di MotoGP sudah bagus. Tentu saja, selalu bisa ditingkatkan, mungkin saya akan memperbaiki formatnya,” kata Brivio, dikutip dari Crash, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, salah satu aspek terpenting yang perlu dikaji ulang adalah format kualifikasi. Saat ini MotoGP menggunakan satu sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start Sprint Race dan balapan utama Grand Prix sekaligus.
“Secara pribadi, saya akan memisahkan kualifikasi. Mungkin memang sulit dimasukkan ke jadwal, tapi saya akan melakukannya, karena Anda tidak bisa mempertaruhkan seluruh akhir pekan hanya pada Jumat sore,” jelasnya.
Saat ini, sistem yang berlaku di MotoGP menempatkan tekanan besar pada pebalap sejak hari Jumat. Hasil akhir kualifikasi inilah yang kemudian dipakai untuk Sprint dan balapan utama sekaligus. Dengan format tersebut, satu kesalahan kecil dapat berdampak dua kali lipat.
Jika seorang pebalap gagal mencatat waktu terbaik karena jatuh, terganggu bendera kuning, atau situasi tak terduga lainnya, maka ia tidak hanya start buruk di Sprint, tetapi juga di balapan utama keesokan harinya. Hal inilah yang dinilai merugikan oleh Brivio.
Tekanan besar akibat format kualifikasi ini juga sebelumnya dikeluhkan sejumlah pebalap, termasuk pebalap HRC Honda Castrol Luca Marini.
Pebalap Honda itu menilai hal-hal tak terduga seperti bendera kuning seharusnya tidak langsung “menghancurkan” seluruh akhir pekan.
“Kalau Anda sial karena crash atau bendera kuning, rasanya rugi sekali kalau seluruh akhir pekan jadi rusak,” ujar Marini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.