Pemerintah Siapkan Pembiayaan Rp671,2 Triliun di RAPBN 2027
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Tangkapan layar pertandingan antara PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang berlaga di Liga 4 Jatim, di Stadion Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). ANTARA - Naufal Ammar Imaduddin
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden keras mewarnai laga Perseta 1970 Tulungagung di Liga 4 Jawa Timur. Gelandang Perseta, Firman Nugraha, dipastikan mengalami retak tulang rusuk usai menerima tendangan Kung Fu dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar.
Benturan terjadi pada menit ke-72 saat Firman berusaha merebut bola. Tendangan mengenai area dada hingga membuat sang pemain terjatuh dan sempat mengalami kejang sebelum mendapatkan penanganan medis di pinggir lapangan.
Meski sempat menolak dirujuk ke rumah sakit karena merasa kondisinya membaik, Firman kembali mengeluhkan sesak napas pada malam hari. Pemeriksaan lanjutan melalui rontgen menunjukkan adanya retakan tulang rusuk bagian bawah yang masuk kategori cedera serius.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi, Selasa, mengatakan, insiden tersebut terjadi pada menit ke-72 ketika Firman berupaya merebut bola dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar.
"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis di lapangan, Firman menolak untuk langsung dibawa ke rumah sakit karena merasa kondisinya mulai membaik.
Namun, pada malam harinya Firman mengeluhkan sesak napas kepada tim ofisial Perseta 1970 Tulungagung.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, tim ofisial membawa Firman ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen.
"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.
Berdasarkan hasil medis tersebut, manajemen Perseta 1970 Tulungagung memutuskan untuk mengistirahatkan Firman dari aktivitas latihan maupun pertandingan hingga dinyatakan pulih sepenuhnya oleh tim medis.
Rudi menambahkan, meskipun kondisi tersebut sempat memengaruhi mental pemain lainnya, manajemen menegaskan keselamatan pemain menjadi prioritas utama, terlebih Perseta 1970 Tulungagung tengah berjuang di babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur.
"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," katanya.
Manajemen Perseta 1970 Tulungagung menegaskan keselamatan pemain menjadi prioritas utama di tengah persaingan ketat babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.
Nasib 5 pembalap MotoGP 2027 masih tanda tanya. Binder dan Morbidelli dikaitkan dengan WSBK, Miller pasti pergi, Rins cari jalan, Viñales paling galau. Simak se
Studi terbaru mengungkap mahasiswa yang kecanduan judi online memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga munculnya keinginan bunuh diri.