20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Pemain PSS saat berlatih di Lapangan Pakembinangun, Kamis (5/2/2026)./Harian Jogja - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman tetap membidik promosi ke Liga 1 meski dibayangi sanksi empat laga kandang tanpa penonton pada putaran ketiga. Di tengah situasi tersebut, skuad Super Elja memilih menjaga fokus persiapan untuk menghadapi sembilan pertandingan krusial yang akan menentukan nasib di klasemen akhir.
Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai jadwal putaran ketiga relatif menguntungkan. Saat ini PSS berada di posisi ketiga klasemen seusai putaran kedua dan hanya terpaut satu poin dari Persipura dan Barito Putera yang menempati dua posisi teratas.
Dua laga terdekat akan menjadi ujian awal. Super Elja dijadwalkan menjamu Deltras FC dan Persipura di Stadion Maguwoharjo. Huistra menyebut pertandingan tersebut sangat menentukan posisi akhir PSS Sleman dalam perburuan promosi Liga 1.
"Saya rasa posisi kami cukup bagus. Jika melihat jadwal PSS saat ini cukup baik, karena ada laga kandang dan tandang. Memang ada beberapa laga tanpa penonton, itu cerita lain, tapi posisi kami tetap bagus. Laga-laga penting akan segera dimulai, seperti melawan Deltras dan Persipura di kandang. Dua laga besar ini akan sangat menentukan posisi akhir kami nanti," tegas Huistra, Kamis (5/2/2025) di Lapangan Pakembinangun.
Dengan sembilan laga tersisa, target yang dipasang jelas. Huistra menyatakan posisi puncak klasemen menjadi incaran utama karena secara otomatis mengamankan satu tiket promosi ke Liga 1.
"Tentu saja target kami adalah nomor satu. Masih ada sembilan pertandingan lagi untuk menjadi nomor satu dan itulah tantangan sekaligus tujuan kami," tuturnya.
Terkait dengan sanksi empat laga kandang tanpa penonton, Huistra belum banyak berkomentar. Namun, ia membuka peluang untuk memperjuangkan keputusan tersebut melalui mekanisme yang tersedia.
"Saya tidak bisa bicara banyak soal itu karena kami tidak setuju dan mencoba untuk memperjuangkannya. Kadang kita harus melawan balik karena menurut saya sanksi empat laga itu terlalu berlebihan," tuturnya.
Menurutnya, bermain di kandang tanpa dukungan suporter tentu bukan situasi ideal. Meski demikian, ia memastikan mental pemain tetap terjaga dan fokus menghadapi putaran ketiga.
"Tentu pemain lebih suka bermain di laga kandang, khususnya saat suporter mendukung mereka [pemain], mereka menyukai itu," ujarnya.
"Tapi para pemain tetap fokus, saya dapat melihatnya. Tim pelatih, para pemain, mereka fokus putaran ketiga ini dan kami punya feeling bagus untuk itu," katanya.
Ambisi promosi Liga 1 pun tetap menjadi pegangan utama PSS Sleman dalam setiap laga putaran ketiga, termasuk saat menghadapi Deltras FC dan Persipura di Stadion Maguwoharjo yang berpotensi menjadi titik krusial dalam persaingan papan atas klasemen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.
Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 dan melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Otoritas Eropa menyita lebih dari 200.000 kondom yang diduga tidak memenuhi standar kesehatan setelah masuk pasar dengan deklarasi sebagai mainan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.