El Nino Mengintai, Harga Pangan 2027 Perlu Diwaspadai
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, BANDARLAMPUNG—Borneo FC menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2–1 dalam lanjutan Super League Indonesia 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandarlampung, Sabtu (7/2/2026), sekaligus menjaga jarak dengan Persib Bandung di papan atas klasemen.
Hasil Super League ini membuat Borneo FC tetap bertahan di posisi kedua dengan 46 poin, menempel ketat Persib Bandung, sedangkan Bhayangkara Presisi Lampung FC tertahan di peringkat kesembilan dengan 26 poin.
Pada babak pertama, Bhayangkara tampil lebih agresif. Trio lini depan mereka, Sidibe, Privat Mbarga, dan Doumbia, bergantian menekan pertahanan Borneo yang dikawal Nadeo Arga Winata.
Peluang pertama hadir pada menit ke-10 ketika Privat Mbarga melepaskan sepakan dari luar kotak penalti, tetapi bola melambung di atas mistar. Enam menit berselang, pada menit ke-16, Mbarga kembali mengancam lewat sundulan memanfaatkan umpan Sidibe. Pada menit ke-27, Doumbia gagal memaksimalkan peluang emas di depan gawang seusai menerima sodoran dari Mbarga.
Gol yang dinanti publik tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-45+4. Serangan balik cepat yang dibangun Mbarga dan Doumbia dituntaskan Privat Mbarga melalui sepakan keras yang membentur Komang Teguh sebelum mengecoh Nadeo.
Meski tertekan, Borneo bukan tanpa perlawanan. Peralta dan rekan-rekannya sempat menciptakan sejumlah peluang ke gawang Bhayangkara yang dijaga Aqil Savik, tetapi belum membuahkan hasil hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Borneo meningkatkan intensitas serangan demi menjaga asa bersaing di papan atas Super League. Upaya itu membuahkan hasil cepat pada menit ke-49. Komang Teguh mencetak gol penyama kedudukan melalui tandukan memanfaatkan bola mati kiriman Caxambu.
Setelah skor menjadi 1–1, Borneo tampil lebih dominan. Peluang demi peluang lahir dari Peralta, Obi, dan Kaio Nunes, yang membuat lini belakang Bhayangkara bekerja ekstra keras.
Gol penentu kemenangan hadir pada menit ke-77. Kaio Nunes menusuk dari sisi kiri pertahanan Bhayangkara, melewati Alan Cardozo, lalu mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang disambar Ikhwanul Zikrak menjadi gol.
Unggul 2–1, Borneo bermain lebih tenang dan mengandalkan serangan balik. Sejumlah peluang tercipta pada menit-menit akhir, baik dari Borneo maupun Bhayangkara, tetapi skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Kemenangan Super League ini mempertegas posisi Borneo FC sebagai pesaing serius di jalur juara, dengan selisih poin yang tetap tipis dari Persib Bandung, sementara Bhayangkara Presisi Lampung FC harus berbenah agar tidak tertinggal dalam persaingan papan tengah klasemen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.