Jangan Asal Beli Tiket Konser Online, Kenali Modus Penipuannya
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Logo Serie A Italia./JIBI
Harianjogja.com, MILAN—Derby d’Italia di Stadion San Siro, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB, berlangsung penuh drama dan kontroversi. Juventus harus mengakui keunggulan Inter Milan 2-3 dalam laga yang memanas seusai kartu merah Pierre Kalulu pada menit ke-42 memicu perdebatan panjang.
Laga klasik antara Juventus dan Inter Milan langsung menyajikan intensitas tinggi sejak awal pertandingan. Inter sempat diuntungkan gol bunuh diri Andrea Cambiaso pada menit ke-17. Namun, Cambiaso menebus kesalahan tersebut dengan mencetak gol penyeimbang sembilan menit berselang.
Momentum pertandingan berubah drastis menjelang turun minum. Pierre Kalulu diganjar kartu merah oleh wasit Federico La Penna setelah dinilai melanggar Alessandro Bastoni. Keputusan tersebut sontak memicu protes keras dari kubu Juventus.
Insiden bermula ketika Kalulu dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Bastoni. Akan tetapi, tayangan ulang memperlihatkan sentuhan minimal yang memunculkan dugaan bahwa Bastoni melakukan diving. Meskipun demikian, La Penna tetap mengeluarkan kartu merah yang membuat Juventus harus bermain dengan 10 orang.
Keputusan itu dinilai menjadi titik balik laga. Inter mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain hingga akhirnya mengamankan kemenangan 3-2 di kandang sendiri.
Seusai peluit panjang dibunyikan, ketegangan belum mereda. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, terlihat meluapkan emosinya di lorong stadion. Dalam video yang beredar luas di media sosial, ia tampak memegang dahinya sambil melontarkan protes keras kepada sang wasit. Situasi baru mereda seusai Manajer Umum Juventus, Damien Comolli, turun tangan menenangkan Spalletti agar tidak berujung sanksi tambahan.
Kritik tajam juga disampaikan mantan wasit senior Italia, Graziano Cesari. Kepada SportMediaset, ia menilai keputusan tersebut sebagai kekeliruan besar.
“Ini seharusnya hanya kartu kuning. Kartu merah itu kesalahan fatal,” tegas Cesari seusai menganalisis tayangan ulang pertandingan.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan hanya merugikan Juventus, tetapi juga menyelamatkan Bastoni dari potensi kartu kuning kedua akibat dugaan aksi diving. Ia menambahkan bahwa meskipun wasit memiliki sudut pandang yang jelas, kekeliruan tetap terjadi dan mencederai laga sebesar Derby d’Italia.
Kekalahan di San Siro membuat Juventus harus segera melakukan evaluasi, terutama dari sisi mental dan konsistensi permainan di Serie A. Polemik kartu merah Kalulu pun dipastikan masih akan menjadi perbincangan hangat dan berpotensi memengaruhi dinamika persaingan papan atas musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Truk angkut listrik mulai digunakan di tambang. Infrastruktur energi, baterai, SDM, dan biaya operasi menjadi tantangan elektrifikasi.
Sebanyak 2.775 burung berbagai jenis tanpa dokumen karantina diamankan petugas di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Simak cara menyimpan makanan di kulkas agar tetap segar, higienis, dan aroma makanan tidak bercampur selama penyimpanan.