PSS Sleman Tak Libur, Pieter Huistra Genjot Fisik Pemain
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis (tengah) dalam Pre Match Press Conference pada Minggu (16/11/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kemenangan PSS Sleman atas Persipura Jayapura dengan skor 2-0 tak lepas dari strategi pressing sejak awal laga dan disiplin positioning pemain. Pelatih Ansyari Lubis menyebut taktik itu sebagai faktor penentu sukses Super Elja.
"Pertama kami langsung menekan di awal dan positioning kami juga luar biasa," kata Ansyari dalam Pre Match Press Conference pada Sabtu (21/2/2026).
Menurut Ansyari, Persipura bukan lawan yang mudah dihadapi. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu dikenal kerap memainkan umpan-umpan chip yang langsung mengarah ke jantung pertahanan lawan.
Namun, empat bek yang dipasang di lini belakang PSS Sleman mampu membaca pola tersebut dan mematahkan aliran bola sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.
"Persipura mereka saya kira tim bagus. Tetapi kami sudah mengantisipasi dengan bola-bola mereka," ujarnya.
"Mereka bisa bermain di belakang tapi bola selalu di-chip dan itu bisa diantisipasi oleh empat bek kami. Ini gambaran yang bisa kami lihat," imbuhnya.
Tekanan beruntun yang dilancarkan PSS Sleman juga membuat Persipura kesulitan membangun serangan secara rapi. Intensitas pressing disebut menjadi pembeda dalam laga tersebut.
"Tekanan-tekanan yang kita lakukan ini membuat mereka juga kesulitan dalam melakukan serangan," tandasnya.
Di kubu lawan, Pelatih Kepala Persipura, Rahmad Darmawan, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai timnya telah mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan meski belum membuahkan hasil.
Rahmad Darmawan mengakui persoalan jarak antar lini menjadi celah yang dimanfaatkan PSS Sleman. Ketidakkonsistenan dalam menjaga struktur permainan membuat Persipura kesulitan menguasai second ball dan zona tengah lapangan.
"Memang hari ini kita kurang bisa menjaga konsistensi jarak antar lini, sehingga beberapa kali, beberapa momen tadi, praktis ketika second ball, mereka [lawan] dengan mudah menguasai zona di tengah. Jadi secara keseluruhan, memang akhirnya kita bisa mulai terbongkar di akhir-akhir babak pertama," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Thailand tetap mendapat Rp8,87 miliar setelah menjadi runner-up FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia sebagai juara mendapat US$650.000.
Jorge Martin unggul 2 poin atas Marc Marquez jelang MotoGP Mandalika 2026 setelah meraih dua podium di Jepang.
Donasi Rp909 juta terkumpul dalam Malam Berbagi Jogja. Dana akan digunakan untuk bedah rumah dan membantu warga yang kesulitan biaya pendidikan.
OpenAI akan memasang watermark tak terlihat pada teks ChatGPT dan Codex di Uni Eropa. Ini cara kerja dan batasan deteksinya.