23 Warga Sleman Terdampak Gas Bocor di Bayen, Sampel Air Diuji
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis (tengah) dalam Pre Match Press Conference pada Minggu (16/11/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kemenangan PSS Sleman atas Persipura Jayapura dengan skor 2-0 tak lepas dari strategi pressing sejak awal laga dan disiplin positioning pemain. Pelatih Ansyari Lubis menyebut taktik itu sebagai faktor penentu sukses Super Elja.
"Pertama kami langsung menekan di awal dan positioning kami juga luar biasa," kata Ansyari dalam Pre Match Press Conference pada Sabtu (21/2/2026).
Menurut Ansyari, Persipura bukan lawan yang mudah dihadapi. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu dikenal kerap memainkan umpan-umpan chip yang langsung mengarah ke jantung pertahanan lawan.
Namun, empat bek yang dipasang di lini belakang PSS Sleman mampu membaca pola tersebut dan mematahkan aliran bola sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya.
"Persipura mereka saya kira tim bagus. Tetapi kami sudah mengantisipasi dengan bola-bola mereka," ujarnya.
"Mereka bisa bermain di belakang tapi bola selalu di-chip dan itu bisa diantisipasi oleh empat bek kami. Ini gambaran yang bisa kami lihat," imbuhnya.
Tekanan beruntun yang dilancarkan PSS Sleman juga membuat Persipura kesulitan membangun serangan secara rapi. Intensitas pressing disebut menjadi pembeda dalam laga tersebut.
"Tekanan-tekanan yang kita lakukan ini membuat mereka juga kesulitan dalam melakukan serangan," tandasnya.
Di kubu lawan, Pelatih Kepala Persipura, Rahmad Darmawan, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menilai timnya telah mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan meski belum membuahkan hasil.
Rahmad Darmawan mengakui persoalan jarak antar lini menjadi celah yang dimanfaatkan PSS Sleman. Ketidakkonsistenan dalam menjaga struktur permainan membuat Persipura kesulitan menguasai second ball dan zona tengah lapangan.
"Memang hari ini kita kurang bisa menjaga konsistensi jarak antar lini, sehingga beberapa kali, beberapa momen tadi, praktis ketika second ball, mereka [lawan] dengan mudah menguasai zona di tengah. Jadi secara keseluruhan, memang akhirnya kita bisa mulai terbongkar di akhir-akhir babak pertama," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
23 warga Purwomartani terdampak gas bocor di Sleman. Semua pasien sudah pulang, sampel air kini diuji Labkesda.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.