Transfer Pusat Turun, DPRD DIY Minta Belanja Seremonial Dikurangi
Transfer pusat ke DIY turun Rp583,77 miliar. DPRD DIY mendorong efisiensi anggaran, termasuk mengurangi kegiatan seremonial.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja kembali gagal meraih tiga poin seusai bermain imbang 3-3 melawan Bali United di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Senin (23/2/2026) malam. Hasil ini membuat PSIM Jogja lima laga tanpa kemenangan di kompetisi musim ini.
Dalam laga tersebut, PSIM Jogja sempat tertinggal 0-3 sebelum bangkit dan memaksakan skor imbang 3-3. Rentetan tanpa kemenangan ini memperpanjang tren negatif Laskar Mataram yang sebelumnya hanya meraih dua hasil seri dan dua kekalahan.
Pada empat pertandingan sebelumnya, PSIM Jogja ditahan imbang Persik Kediri 2-2, bermain tanpa gol kontra Persis Solo, kalah 2-1 dari Borneo FC, serta tumbang 0-3 saat menjamu Persebaya.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menilai rentetan lima laga tanpa kemenangan tersebut tidak dapat dinilai hanya dari hasil akhir semata.
“Memang benar kita belum menang di lima laga terakhir. Memang mudah kalau cuma lihat hasilnya, tapi setiap pertandingan itu punya cerita yang beda,” kata Van Gastel saat konferensi pers seusai laga versus Bali United di SSA Bantul, Senin (23/2/2026).
Menurut Van Gastel, sejumlah kendala teknis dan situasional memengaruhi performa tim dalam periode tersebut, mulai dari komposisi pemain hingga momen krusial yang berujung hilangnya poin.
“Waktu lawan Persebaya, kita punya masalah di bek tengah sampai harus pasang pemain di posisi yang bukan aslinya. Di Borneo kita kebobolan di injury time,” katanya.
Ia juga menyoroti pertandingan yang sejatinya membuka peluang kemenangan, tetapi gagal dimaksimalkan karena penyelesaian akhir yang kurang efektif.
“Lawan Solo, kita punya banyak peluang tapi nggak ada yang jadi gol. Lawan Kediri, hasil imbang itu sudah maksimal,” tuturnya.
Saat ini PSIM Jogja menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 33 poin dari 22 pertandingan. Posisi tersebut hanya terpaut tiga angka dari Dewa United yang berada di peringkat ke-10.
Van Gastel menegaskan target utama PSIM Jogja musim ini adalah bertahan di kompetisi dan menghindari degradasi. Ia meminta seluruh elemen tim maupun suporter tetap realistis melihat kondisi yang ada.
“Target utama kita adalah jangan sampai terdegradasi. Posisi kita yang sempat di papan atas mungkin bikin ekspektasi tinggi, tapi secara struktur tim ini masih banyak yang harus diperbaiki,” ucapnya.
Pelatih asal Belanda itu turut menyinggung perbedaan kekuatan finansial antarklub di bursa transfer. Meski memiliki keterbatasan anggaran, ia memastikan PSIM Jogja tetap berupaya maksimal mengamankan poin di sisa laga musim ini.
“Kita tidak punya budget besar, tapi manajemen gerak cepat mendatangkan pemain baru. Intinya, lawan makin kuat, dan kita harus berjuang keras buat ambil poin di setiap laga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transfer pusat ke DIY turun Rp583,77 miliar. DPRD DIY mendorong efisiensi anggaran, termasuk mengurangi kegiatan seremonial.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage