17 Agustus Makin Bermakna dengan Deretan Film Bertema Kemerdekaan Ini
Rekomendasi 8 film kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton saat 17 Agustus, dari Merah Putih hingga Bumi Manusia, penuh nilai perjuangan dan nasionalisme.
AFC
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan tegas AFC mengubah peta persaingan Kualifikasi Piala Asia 2027 secara drastis. Malaysia yang semula di puncak klasemen justru kehilangan posisi, sementara Vietnam memastikan tiket ke putaran final.
Komisi Disiplin dan Etika AFC mengumumkan putusan tersebut pada Selasa (17/3/2026). Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinyatakan melanggar Pasal 56 Kode Disiplin & Etika.
Dalam putusan itu, dua kemenangan Malaysia dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3. Pertandingan melawan Nepal yang sebelumnya berakhir 2-0 serta laga kontra Vietnam dengan skor 4-0 dinyatakan gugur.
Selain kehilangan poin penting, FAM juga dikenai denda sebesar USD 50.000 atau sekitar Rp849 juta akibat kelalaian administratif terkait keabsahan pemain.
Masalah bermula dari proses naturalisasi tujuh pemain keturunan Amerika Selatan. Beberapa nama yang disorot antara lain Facundo Garces, Rodrigo Holgado, dan Joao Figueiredo.
Hasil investigasi menunjukkan dokumen naturalisasi para pemain tersebut tidak memenuhi ketentuan FIFA atau terindikasi tidak sah. Putusan ini juga diperkuat oleh keputusan Court of Arbitration for Sport yang menolak pembelaan pihak Malaysia.
Dampaknya sangat besar terhadap klasemen Grup F. Malaysia yang sebelumnya memimpin dengan 15 poin harus turun ke posisi kedua dengan koleksi 9 poin.
Sebaliknya, Vietnam mendapatkan tambahan poin dan naik ke posisi teratas dengan 15 poin. Keunggulan enam poin membuat mereka tidak lagi terkejar, meski masih menyisakan satu pertandingan.
Dengan kondisi tersebut, Vietnam resmi memastikan tiket ke putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Pertemuan terakhir antara kedua tim pada akhir Maret pun dipastikan tidak lagi menentukan.
Pihak FAM menyatakan kecewa atas keputusan tersebut dan akan mempelajari alasan lengkap sebelum menentukan langkah banding.
Meski menerima sanksi berat, Malaysia tidak dijatuhi hukuman tambahan berupa larangan bertanding di masa depan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya integritas dalam administrasi sepak bola, khususnya dalam proses naturalisasi pemain yang harus sepenuhnya sesuai regulasi internasional. Ke depan, transparansi dan kepatuhan aturan akan menjadi kunci agar insiden serupa tidak terulang sekaligus menjaga kredibilitas kompetisi di level Asia.
Bagi Vietnam, keberhasilan ini menandai kelolosan ke putaran final untuk ketiga kalinya secara beruntun, sementara Malaysia harus menelan kekecewaan setelah kehilangan peluang tampil di ajang tersebut akibat pelanggaran administratif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rekomendasi 8 film kemerdekaan Indonesia yang wajib ditonton saat 17 Agustus, dari Merah Putih hingga Bumi Manusia, penuh nilai perjuangan dan nasionalisme.
Perayaan HUT RI ke-81 di media sosial diwarnai euforia kemerdekaan sekaligus gelombang solidaritas untuk korban gempa NTT.
sejarah Jogja dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menguri-uri nilai dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.