Cari Kursi Pesawat yang Lebih Lega? Ini 10 Maskapai yang Bisa Dipertimbangkan
JAL, ANA, dan Emirates menawarkan jarak antarkursi hingga 34 inci. Simak daftar 10 maskapai dengan seat pitch luas di kelas ekonomi.
Josep Guardiola./uefa.com
Harianjogja.com,JOGJA—Situasi internal Italia tengah berada dalam fase krisis. Setelah kepergian pelatih Gennaro Gattuso, federasi juga kehilangan arah kepemimpinan menyusul mundurnya Presiden Gabriele Gravina dan Kepala Delegasi Gianluigi Buffon.
BBC melaporkan kondisi ini membuka peluang bagi FIGC untuk mengambil langkah ekstrem, termasuk menunjuk pelatih asing—sesuatu yang belum pernah dilakukan sejak era 1960-an.
Mengapa Guardiola Jadi Kandidat?
Football Italia mengungkapkan nama Guardiola mencuat bukan tanpa alasan. Selain kontraknya di Manchester City yang diperkirakan mendekati akhir pada musim 2025/2026, ia juga memiliki kedekatan dengan sepak bola Italia.
Mundo Deportivo memaparkan, pelatih asal Spanyol itu pernah bermain untuk Brescia dan AS Roma, serta dikenal fasih berbahasa Italia.
Lebih dari itu, FIGC disebut membutuhkan sosok visioner untuk membangun ulang fondasi tim nasional dalam jangka panjang, dan Guardiola dianggap mampu menghadirkan revolusi taktik serta filosofi permainan.
Opsi Realistis: Conte dan Mancini
Meski Guardiola menjadi opsi ambisius, FIGC juga mempertimbangkan nama yang lebih realistis seperti Antonio Conte dan Roberto Mancini.
Conte yang saat ini menangani Napoli dan Mancini yang melatih Al Sadd dinilai memiliki pengalaman serta pemahaman kuat terhadap karakter sepak bola Italia.
Sementara itu, politisi senior Ignazio La Russa justru mengusulkan nama Jose Mourinho sebagai alternatif pelatih asing.
“Jika Brasil bisa merekrut pelatih asing hebat seperti Ancelotti, mengapa kita tidak bisa mendapatkan seseorang seperti Mourinho?” ujarnya, dikutip dari Tribuna.
Peringatan dari Fabio Capello
Legenda Italia Fabio Capello mengingatkan agar federasi tidak tergesa-gesa mengambil keputusan drastis.
Menurutnya, kegagalan Italia tidak sepenuhnya disebabkan oleh pelatih, melainkan juga kesalahan individu pemain serta masalah yang telah berlangsung lama.
“Sayangnya, kami harus membayar mahal atas kesalahan individu pemain,” tegas Capello, dikutip dari Quotidiano Spotivo.
Penentuan Arah Masa Depan Italia
Dengan situasi yang masih belum stabil, keputusan FIGC dalam memilih pelatih baru akan menjadi titik balik penting bagi masa depan tim nasional.
Apakah Italia akan berani mendobrak tradisi dengan menunjuk pelatih asing seperti Guardiola, atau kembali mengandalkan figur lokal, akan menentukan arah kebangkitan mereka di panggung sepak bola dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JAL, ANA, dan Emirates menawarkan jarak antarkursi hingga 34 inci. Simak daftar 10 maskapai dengan seat pitch luas di kelas ekonomi.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 15 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 15 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 15 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.