FIFA Hukum Pelatih dan Pemain Mesir, EFA Pertimbangkan Banding

Jumali
Jumali Selasa, 20 Oktober 2026 09:17 WIB
FIFA Hukum Pelatih dan Pemain Mesir, EFA Pertimbangkan Banding

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—FIFA menjatuhkan sanksi skorsing kepada pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan, direktur tim nasional Ibrahim Hassan, dan penyerang Mostafa Zico setelah kontroversi kepemimpinan wasit dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Hossam dan Ibrahim dilarang mendampingi tim selama tiga pertandingan, sedangkan Zico mendapat larangan bermain selama lima pertandingan.

Keputusan Komite Disiplin FIFA tersebut diumumkan Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) pada Senin (19/10/2026). EFA menyatakan telah menerima surat keputusan dan meminta penjelasan terperinci mengenai dasar penjatuhan sanksi untuk menilai kemungkinan mengajukan banding.  

Sanksi itu berkaitan dengan komentar ketiganya setelah Mesir kalah 2-3 dari Argentina dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia 2026. Mesir sempat unggul dua gol sebelum Argentina membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke perempat final.

Rincian Sanksi FIFA untuk Timnas Mesir

Hossam Hassan, yang berusia 60 tahun, dijatuhi larangan mendampingi tim selama tiga pertandingan. Pelatih tersebut sebelumnya mengkritik keputusan wasit dan menyalahkan kepemimpinan perangkat pertandingan atas tersingkirnya Mesir dari turnamen.

Ibrahim Hassan, saudara kembar Hossam yang menjabat direktur tim nasional Mesir, juga mendapat skorsing tiga pertandingan. Sementara itu, Mostafa Zico dijatuhi larangan bermain selama lima pertandingan setelah pernyataannya seusai laga dinilai bermasalah.

“Keputusan tersebut mencakup skorsing terhadap Hossam Hassan dan Ibrahim Hassan masing-masing selama tiga pertandingan, sedangkan Zico diskors lima pertandingan,” demikian pernyataan EFA yang dikutip Reuters pada Senin (19/10/2026).  

Hukuman tersebut membuat ketiga anggota tim nasional Mesir itu berpotensi absen dalam sejumlah agenda internasional berikutnya. Namun, dampak pasti terhadap jadwal pertandingan mereka bergantung pada penerapan sanksi dan agenda resmi tim nasional.

Kontroversi Wasit dalam Laga Argentina Vs Mesir

Ketegangan bermula dari pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Mesir pada 7 Juli 2026. Mesir sempat berada di atas angin setelah unggul 2-0, tetapi Argentina bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-2.

Salah satu keputusan yang dipersoalkan kubu Mesir adalah gol Zico yang dianulir karena pelanggaran dalam rangkaian serangan sebelum gol tercipta. Para pemain Mesir juga meminta penalti menjelang akhir pertandingan ketika kedudukan masih imbang 2-2, tetapi wasit tidak mengabulkan tuntutan tersebut. 

Seusai pertandingan, Hossam Hassan melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit. Zico juga menyampaikan pernyataan keras dalam wawancara setelah laga, yang menurut laporan Reuters menjadi bagian dari alasan penjatuhan sanksi.

Di sisi lain, Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina membela keputusan perangkat pertandingan. Ia memperingatkan bahwa tuduhan terhadap wasit dapat memicu ancaman yang tidak hanya menyasar petugas pertandingan, tetapi juga keluarga mereka.  

Kontroversi tersebut membayangi perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026. Meski tersingkir pada babak 16 besar, tim berjuluk The Pharaohs itu mencatat pencapaian penting dengan meraih kemenangan Piala Dunia dan melaju melewati fase grup untuk pertama kalinya dalam empat keikutsertaan.  

EFA Pelajari Peluang Banding atas Sanksi FIFA

EFA belum menyatakan secara pasti apakah akan mengajukan banding. Asosiasi tersebut terlebih dahulu meminta Komite Disiplin FIFA memberikan penjelasan lengkap mengenai alasan dan dasar hukum keputusan yang dijatuhkan kepada Hossam Hassan, Ibrahim Hassan, dan Zico.

Permintaan itu menjadi bagian dari langkah EFA untuk mengevaluasi posisi hukumnya sebelum menentukan tindakan selanjutnya. Keputusan banding, jika ditempuh, akan mengikuti ketentuan yang berlaku di FIFA.

“Asosiasi Sepak Bola Mesir telah mengajukan permohonan kepada Komite Disiplin FIFA untuk memperoleh alasan dan dasar yang terperinci dari keputusan yang dikeluarkan, guna mempelajarinya dan mengevaluasi posisi hukumnya, sebagai persiapan untuk mengambil langkah-langkah banding sesuai dengan peraturan yang berlaku,” demikian pernyataan EFA yang dikutip Goal English dalam naskah sumber.

Dengan demikian, sanksi skorsing telah diumumkan, tetapi langkah hukum lanjutan dari EFA masih menunggu evaluasi atas putusan tersebut. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah asosiasi sepak bola Mesir itu menerima keputusan FIFA atau menempuh proses banding.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online