Messi Cetak Gol Tendangan Bebas ke-76, Dekati Rekor Dunia
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Persebaya vs Madura United/ Instagram: Persebaya
Harianjogja.com, JOGJA--Gol cepat Lulinha membuat suasana Stadion Gelora Bung Tomo mendadak hening. Persebaya yang tampil dominan justru tertinggal, memicu tekanan besar dari Bonek yang menuntut kemenangan.
Hingga akhir babak pertama laga pekan ke-28 Super League 2025/2026, Jumat (17/4/2026) petang, Bajul Ijo belum mampu membalas keunggulan Madura United yang memimpin 0-1.
Gol tersebut berawal dari umpan matang Ruxi yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh kapten Madura United. Sepakan Lulinha tak mampu dibendung kiper Persebaya, membuat tim tamu unggul lebih dulu.
Kondisi ini menjadi pukulan bagi Persebaya yang sebenarnya tampil cukup dominan sejak awal pertandingan. Mereka lebih sering menguasai bola dan mencoba membangun serangan dari berbagai sisi.
Namun, masalah utama kembali muncul di lini depan. Sejumlah peluang yang didapat gagal dikonversi menjadi gol, sehingga dominasi tidak berbuah hasil di papan skor.
Sebaliknya, Madura United justru tampil lebih efektif. Mengandalkan serangan cepat, duet Lulinha dan Junior Brandao mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Persebaya yang dikawal Arief Catur dan Jefferson Silva.
Tekanan tidak hanya datang dari dalam lapangan, tetapi juga dari tribun penonton. Sebelum laga dimulai, Bonek sudah memberikan tuntutan tegas agar Persebaya meraih kemenangan.
Desakan itu muncul setelah kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta di laga sebelumnya. Para suporter bahkan menyuarakan kritik melalui media sosial hingga mendatangi sesi latihan tim.
Setelah tertinggal, Persebaya mencoba meningkatkan intensitas serangan. Permainan menjadi lebih terbuka dengan kedua tim saling bertukar peluang.
Meski begitu, disiplin lini belakang Madura United membuat upaya Persebaya kerap terhenti sebelum mencapai peluang berbahaya. Tim tamu juga tidak gegabah dan memilih menjaga keunggulan.
Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan Madura United. Situasi ini membuat tekanan terhadap Persebaya semakin besar menjelang babak kedua.
Kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal turut memengaruhi performa tim. Beberapa pemain kunci masih dalam pemulihan cedera, sehingga pelatih Bernardo Tavares harus melakukan rotasi.
Perubahan komposisi pemain tersebut belum memberikan dampak signifikan di babak pertama. Persebaya masih kesulitan menemukan penyelesaian akhir yang efektif.
Di sisi lain, Madura United datang dengan motivasi tinggi untuk keluar dari zona bawah klasemen. Tambahan poin menjadi sangat penting bagi mereka untuk memperbaiki posisi.
Babak kedua menjadi penentuan. Persebaya dituntut bangkit untuk menghindari hasil buruk di kandang sendiri, sementara Madura United berusaha mempertahankan keunggulan yang sudah diraih.
Hasil akhir pertandingan ini tidak hanya menentukan posisi di klasemen, tetapi juga berpengaruh pada kepercayaan suporter yang kini menanti respons nyata dari tim kesayangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Messi mencetak gol tendangan bebas ke-76 saat Inter Miami kalah 1-2 dari Columbus Crew. Ia kini tinggal dua gol dari rekor Marcelinho.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Gibran meminta investigasi dugaan keracunan MBG di Batang dituntaskan secara transparan dan korban mendapat penanganan hingga pulih.