One UI 8.5 Mulai Masuk Indonesia, Ini Daftar HP Samsung yang Kebagian
Samsung mulai merilis One UI 8.5 di Indonesia untuk Galaxy A-series, Galaxy S23, Z Fold5, hingga Tab S9.
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8/2025). (MotoGP)
Harianjogja.com, JOGJA—Nasib malang kembali membayangi Marc Marquez pada seri MotoGP Spanyol 2026. Berlaga di hadapan publik sendiri di Sirkuit Jerez, Minggu (26/4/2026), pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut harus mengakhiri balapan lebih awal seusai terjatuh di awal lomba.
Drama bagi pemegang delapan gelar juara dunia ini terjadi pada lap kedua, tepatnya di tikungan ke-11. Meskipun sempat memimpin jalannya balapan sejak start, Marquez secara mengejutkan kehilangan kendali motornya tanpa adanya sentuhan dengan pembalap lain. Insiden ini menjadi kecelakaan kedua bagi Marquez musim ini, yang sekaligus menghanguskan peluangnya untuk mendulang poin krusial.
Evaluasi Diri dan Realitas Klasemen
Dalam pernyataannya seusai balapan, Marquez memilih untuk tidak mencari kambing hitam atas insiden tersebut. Ia secara terbuka mengakui bahwa kesalahan murni berada pada dirinya, meskipun faktor cuaca di lintasan memang cukup menantang.
“Sebagian besar kecelakaan adalah kesalahan pembalap, dan kali ini juga begitu,” tegas Marquez seperti dikutip dari Auto Hebdo. Pengakuan jujur ini mencerminkan sikap realistis Marquez di tengah performanya yang belum stabil sejak awal musim 2026.
Hasil minor di Jerez membuat posisi Marquez di klasemen sementara tetap tertahan di papan tengah. Mengingat dua kegagalan finis yang sudah dialaminya, pembalap asal Spanyol ini mulai meredam ekspektasi publik terkait perburuan mahkota juara dunia musim ini.
Fokus Realistis di Sisa Musim
Marquez menyadari bahwa dengan kondisi saat ini, mengejar ketertinggalan poin dari para pesaing di barisan depan bukanlah perkara mudah. “Dengan level kami saat ini, kami belum bisa bersaing untuk gelar,” tuturnya dengan nada pesimistis.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa fokus tim kemungkinan besar akan bergeser dari pengejaran gelar juara dunia ke target yang lebih realistis, yakni mengamankan podium dan memenangi seri balapan tertentu. Situasi ini seolah mengulang fase sulit yang pernah dialaminya pascacedera serius beberapa tahun silam.
Sisa musim 2026 akan menjadi ujian berat sekaligus panggung pembuktian bagi Marc Marquez. Para penggemar MotoGP kini menanti apakah sang legenda masih mampu menemukan konsistensi dan kembali ke level terbaiknya seusai serangkaian hasil buruk di awal musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung mulai merilis One UI 8.5 di Indonesia untuk Galaxy A-series, Galaxy S23, Z Fold5, hingga Tab S9.
Banjir Sulawesi Tenggara 2026 berdampak pada 8.616 jiwa dan 2.326 rumah. Kendari jadi wilayah terparah, warga diminta waspada.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Balai Layanan Usaha Terpadu KUMKM DIY menggandeng Jogja English Training Centre (JETC) menggelar pelatihan Bahasa Inggris bagi tenant dan tenaga pendukung
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.