Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Pemain PSS Sleman, Junior Haqi ditemui usai laga kontra PSIS pada Minggu (3/5/2026) malam./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Siapa sangka, pemain yang sebelumnya berjuang di kompetisi Liga 4 justru menjadi aktor penting di balik keberhasilan PSS Sleman promosi ke kasta tertinggi. Adalah Muhammad Junior Haqi, sosok yang mencuri perhatian lewat gol ‘ajaib’ dari sepak pojok saat menghadapi PSIS Semarang.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-52, Haqi hanya membutuhkan delapan menit untuk mengubah jalannya pertandingan. Golnya tidak hanya menggandakan keunggulan Super Elja, tetapi juga membakar semangat tim di laga penentu promosi langsung ke Liga 1.
Gol tersebut terbilang langka. Dari situasi sepak pojok, bola melengkung tajam langsung mengarah ke tiang jauh tanpa mampu dihalau pemain lawan. Stadion pun sempat terhenyak sebelum akhirnya meledak dalam euforia.
Haqi bahkan nyaris mencetak gol kedua. Sepakan melengkungnya kembali mengancam, namun kali ini mistar gawang masih menyelamatkan PSIS dari kebobolan tambahan.
Dengan rendah hati, Haqi menyebut gol indah tersebut sebagai sebuah keajaiban. Ia percaya, doa dari orang-orang terdekat menjadi faktor penting di balik momen tersebut.
"Ya itu mah keajaiban saja, Bang. Cuma doa orang-orang tersayang aja," tuturnya.
Namun, di balik “keajaiban” itu, terdapat proses panjang. Haqi mengaku skema bola mati, termasuk tendangan melengkung dari sepak pojok, memang rutin dilatih.
"Pelatih juga suruh bola-bola membahayakan dari bola-bola mati," ujarnya.
Sempat Tak Bisa Tidur
Menjelang laga penting tersebut, Haqi justru dilanda kegelisahan. Ia mengaku sempat tidak bisa tidur karena memikirkan pertandingan.
Berbagai hal berkecamuk di pikirannya, mulai dari kondisi lapangan hingga target kemenangan. Namun, semua kecemasan itu terbayar lunas di lapangan.
"Saya sempat enggak bisa tidur mikirinnya... tapi alhamdulillah rezekinya PSS Sleman," katanya.
Perjalanan dari Liga 4
Karier Haqi tidak dimulai dari panggung besar. Ia pernah membela EPA U-18 Persija sebelum melanjutkan perjalanan bersama Persipasi Kota Bekasi.
Di Liga 4 wilayah Jakarta, ia tampil impresif dengan mencetak 11 gol dari 10 pertandingan dan keluar sebagai top skor.
Tak hanya itu, Haqi juga sempat memperkuat Timnas Minifootball Indonesia dalam ajang Piala Dunia Minifootball 2025 di Baku, Azerbaijan. Ia bahkan meraih penghargaan Man of The Match pada laga debutnya.
Kini, bersama PSS Sleman, pemain asal Tanjung Priok itu berhasil menjawab target promosi yang sebelumnya ia ucapkan saat pertama kali bergabung.
Kunci Percaya Diri
Kepercayaan diri menjadi modal utama Haqi. Ia mengaku banyak mendapat dukungan dari rekan setim, termasuk Kim Jeffrey Kurniawan yang terus memberinya motivasi.
Penampilan gemilangnya di laga tersebut membuat Haqi terpilih sebagai Player of The Match. Dalam 39 menit bermain, ia mencatatkan tiga tembakan, tujuh umpan sukses, serta satu gol krusial.
Meski tampil gemilang, Haqi tetap menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras tim.
"Itu kerja sama tim, semuanya kerja keras tim juga," ujarnya.
Siap Hadapi Tantangan Liga 1
Meski telah merasakan atmosfer promosi dan debut profesional, Haqi tidak ingin cepat puas. Ia bertekad untuk terus bekerja keras demi mencapai target berikutnya di Liga 1.
"Ke depannya saya bakal lebih kerja keras lagi supaya target-target yang belum saya capai bisa tercapai," tuturnya.
Perjalanan Haqi menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan kesempatan dapat membawa pemain dari level bawah menuju panggung tertinggi sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.