FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia

Jumali
Jumali Sabtu, 01 Agustus 2026 18:57 WIB
FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia

FIFA President Gianni Infantino. (AFP/SIMON MAINA/SIMON MAINA)

Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi membatalkan rencana kontroversial untuk menjual saham swasta di turnamen Piala Dunia mendatang. Keputusan ini diambil menyusul gelombang penolakan dan reaksi keras dari kalangan suporter hingga asosiasi sepak bola di seluruh dunia. Pembatalan disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, melalui pernyataan tertulis pada Jumat (31/7/2026).

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, jelas bahwa proyek ini menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sesuai dengan tujuan sejak awal," kata Infantino.

"Tujuan kami selalu—dan akan selalu—untuk menyatukan dan meningkatkan diri. Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan."

Kegegeran ini bermula pada Selasa (28/7/2026) ketika FIFA dan Infantino mengumumkan rencana pendirian anak perusahaan terpisah. Badan tersebut dirancang untuk melibatkan investasi ekuitas swasta guna mengendalikan hak komersial serta operasional Piala Dunia, salah satu ajang olahraga terbesar di dunia.

Meski FIFA mengklaim dana yang dihasilkan akan diinvestasikan kembali ke dalam olahraga, proposal langsung mendapat kritik keras. Badan pengatur sepak bola Eropa (UEFA) menjadi penolak paling vokal. UEFA menilai jiwa dan tata kelola olahraga terancam akibat rencana penanaman modal swasta. Bahkan pada Kamis (30/7/2026), UEFA sempat mengancam akan memboikot serta menunda keikutsertaan dalam Piala Dunia pria dan wanita di masa depan. Sikap keras UEFA diikuti oleh konfederasi regional lainnya.

CONCACAF dan AFC mengeluarkan pernyataan menolak proposal FIFA, meskipun tidak sampai melayangkan ancaman boikot. Sementara itu, juru bicara OFC menyatakan proposal akan dibahas oleh komite eksekutif pada Agustus.

Situasi sempat memanas ketika FIFA mengeluarkan tanggapan pada Kamis malam dengan tidak mundur dan berupaya menegaskan kembali rencananya untuk melanjutkan proses konsultasi. Namun, tekanan terhadap Infantino semakin meningkat hingga membuatnya terisolasi pada Jumat pagi.

Penasihat seniornya, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri dari posisinya sebagai bentuk protes. "Saya tidak bisa tinggal diam saat FIFA mempertimbangkan menjual saham di Piala Dunia. Izinkan saya memperjelas: Saya tidak terlibat dalam proposal ini, dan saya menentangnya tanpa syarat.

Ini kesepakatan yang buruk bagi Asosiasi Anggota FIFA, buruk bagi sepak bola, dan buruk bagi masa depan jangka panjang permainan ini," tegas Cordeiro. Kritik tajam juga datang dari Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, yang secara terbuka menentang Infantino. "Ini proyek satu orang," kata Lamour kepada Associated Press.

"Proyek ini tak hanya tidak boleh dilanjutkan, tetapi sekarang saatnya bagi para pemimpin politik sepak bola untuk mengajukan pertanyaan yang tepat dan membuat keputusan yang tepat. Dan jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, maka biarlah. Setidaknya saya akan tidur nyenyak malam ini."

Setelah diterpa kekacauan dan tekanan beruntun, Infantino menyatakan tujuannya sekarang adalah menyatukan kembali dunia sepak bola.

"Ke depannya, niat saya adalah menyatukan kembali semua pihak yang berkepentingan dalam beberapa hari dan minggu mendatang dalam semangat kepentingan bersama dalam permainan kita, dan dengan tujuan untuk terus mengembangkan sepak bola di mana pun, khususnya di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan kita," simpul pria berusia 56 tahun itu.

Keputusan FIFA membatalkan rencana ini disambut lega oleh berbagai kalangan, mulai dari asosiasi sepak bola hingga suporter di seluruh dunia. Bagi para penggemar sepak bola, ini adalah kemenangan bagi semangat olahraga yang lebih mengutamakan integritas daripada keuntungan finansial semata. Piala Dunia, setidaknya untuk saat ini, tetap menjadi milik bersama, bukan komoditas yang diperdagangkan di bursa saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online