Wisatawan Asing Berpotensi Bebas Visa ke Kamboja, Ini Alasannya
Kamboja mengkaji perluasan bebas visa bagi wisatawan asing untuk mendongkrak pariwisata 2026. Wisatawan Eropa dan digital nomad masuk dalam usulan prioritas.
FIFA President Gianni Infantino. (AFP/SIMON MAINA/SIMON MAINA)
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden FIFA Gianni Infantino kembali diterpa kontroversi setelah muncul laporan investigasi yang mengaitkannya dengan dugaan hubungan pribadi dengan seorang perempuan yang pernah menerima pembayaran pesangon dari UEFA.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media Inggris Daily Telegraph. Dalam investigasinya, media tersebut menyebut perempuan yang diduga memiliki hubungan asmara dengan Infantino menerima pembayaran pesangon bernilai enam digit dari UEFA ketika pria asal Swiss-Italia itu masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA pada periode 2009 hingga 2016.
Isu ini langsung memicu perhatian publik sepak bola internasional karena muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan Infantino di FIFA. Dalam beberapa bulan terakhir, ia juga menghadapi kritik terkait sejumlah kebijakan kontroversial, termasuk gagalnya rencana penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Menanggapi laporan tersebut, pihak FIFA bergerak cepat memberikan klarifikasi. Juru bicara Gianni Infantino menegaskan seluruh tuduhan yang diarahkan kepada Presiden FIFA itu tidak benar.
“Presiden FIFA Gianni Infantino secara tegas membantah tuduhan-tuduhan ini, dan hal tersebut sama sekali tidak benar. Setiap sindiran mengenai tindakan yang tidak pantas atau pelanggaran statuta maupun regulasi adalah bentuk pencemaran nama baik,” ujar juru bicara FIFA seperti dikutip Daily Telegraph.
Pihak FIFA juga menegaskan tidak pernah ada laporan atau keluhan resmi dari karyawan UEFA maupun FIFA terkait perilaku Infantino selama berkarier di kedua organisasi tersebut.
“Tidak ada karyawan di UEFA maupun FIFA yang pernah mengajukan keluhan terkait perilaku Mr. Infantino karena memang tidak pernah ada insiden yang melibatkan dirinya,” lanjut pernyataan tersebut.
UEFA Akui Ada Pembayaran
Di sisi lain, UEFA membenarkan bahwa organisasi tersebut memang pernah memberikan pembayaran kepada perempuan yang dimaksud. Namun, UEFA menegaskan pembayaran tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku saat itu dan tidak berkaitan dengan tuduhan yang beredar.
Menurut UEFA, dana yang diberikan mencakup pesangon serta dukungan biaya pendidikan untuk menyelesaikan program Master of Business Administration (MBA) di sebuah sekolah bisnis lokal.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut seluruh proses pembayaran telah mengikuti aturan internal organisasi yang berlaku pada masa itu.
Meski demikian, badan sepak bola Eropa tersebut mengakui bahwa regulasi internal mengenai pembayaran dan kompensasi karyawan kini telah diperbarui serta diperketat agar selaras dengan standar tata kelola organisasi modern.
Tekanan terhadap Infantino Meningkat
Munculnya tuduhan baru ini menambah daftar tantangan yang dihadapi Infantino dalam mempertahankan posisinya sebagai orang nomor satu di FIFA.
Sebelumnya, Infantino sempat menjadi sasaran kritik setelah mengusulkan skema investasi swasta terhadap sebagian aset komersial Piala Dunia. Usulan tersebut akhirnya dibatalkan setelah memicu penolakan dari sejumlah federasi dan klub sepak bola Eropa.
Dalam pertemuan para petinggi sepak bola dunia yang digelar di Maroko, Infantino sempat menyampaikan permintaan maaf atas apa yang disebutnya sebagai “kesalahan” dalam proses pengajuan rencana investasi tersebut.
Meski demikian, ia tetap mempertahankan jabatannya setelah memperoleh dukungan dari sejumlah eksekutif senior FIFA.
Ancaman Boikot dari Eropa
Kontroversi tersebut juga memicu ketegangan antara FIFA dan sebagian pemangku kepentingan sepak bola Eropa. Beberapa klub dan federasi di kawasan itu dilaporkan masih mempertimbangkan langkah boikot terhadap sejumlah kompetisi FIFA apabila tuntutan mereka terkait tata kelola dan transparansi organisasi tidak dipenuhi.
Namun, dukungan terhadap Infantino masih cukup kuat dari sejumlah konfederasi besar dunia. Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tetap memberikan dukungan kepada Presiden FIFA tersebut.
Selain itu, asosiasi sepak bola dari Argentina dan Meksiko juga menyatakan komitmen mereka untuk tetap berada di belakang kepemimpinan Infantino.
Dengan munculnya tuduhan terbaru ini, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana FIFA dan UEFA menangani isu tersebut, sekaligus dampaknya terhadap posisi Gianni Infantino menjelang berbagai agenda penting sepak bola dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamboja mengkaji perluasan bebas visa bagi wisatawan asing untuk mendongkrak pariwisata 2026. Wisatawan Eropa dan digital nomad masuk dalam usulan prioritas.
Tips ikut lelang mobil bekas agar tidak boncos, mulai dari menyiapkan anggaran, menentukan batas penawaran, hingga memahami kondisi kendaraan.
Stephen Chow mengungkap perbedaan utama Kung Fu Soccer dan Shaolin Soccer. Film terbaru ini mengangkat isu stereotip gender, diskriminasi usia, dan kesehatan me
Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu siswa masuk Sekolah Rakyat pada 2027. Program ini difokuskan untuk anak kurang mampu, putus sekolah, dan anak jalanan d
UMKM di Sleman menyerap 366.378 tenaga kerja hingga Mei 2026. Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan jumlah pekerja dan unit usaha terbanyak, didukung aktivitas
Analisis APK mengungkap indikasi fitur baru ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat stiker WhatsApp langsung dari perintah teks. OpenAI belum memberikan konf