Juergen Klopp Mulai Era Baru Timnas Jerman, Apa Prioritas Pertamanya?
Juergen Klopp resmi memulai tugas sebagai pelatih Timnas Jerman dan langsung menyiapkan langkah membangun kembali Die Mannschaft.
Piala FA - thefa.com
Harianjogja.com, JOGJA— Final Piala FA 2025/2026 bakal menghadirkan pertarungan besar antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Wembley, Sabtu (16/5/2026) malam waktu setempat. Duel dua raksasa Liga Inggris itu diprediksi berlangsung panas karena sama-sama memburu trofi penting untuk menutup musim.
Bagi pendukung Manchester City, ada satu fakta yang membuat rasa percaya diri meningkat jelang pertandingan tersebut. Tim asuhan Pep Guardiola memiliki catatan sangat impresif saat bermain di Wembley selama hampir satu dekade terakhir.
Sejak menangani Manchester City pada 2016, Guardiola tercatat sudah memimpin The Citizens tampil sebanyak 23 kali di Wembley dalam berbagai kompetisi domestik. Dari total pertandingan tersebut, City sukses meraih 15 kemenangan dan hanya menelan delapan kekalahan.
Dominasi itu juga terlihat dari produktivitas gol mereka. Manchester City mampu mencetak 34 gol dan hanya kebobolan 18 kali. Statistik tersebut memperlihatkan City rata-rata mencetak hampir 1,5 gol setiap pertandingan di Wembley, sementara jumlah kebobolan mereka bahkan tidak mencapai satu gol per laga.
Catatan tersebut membuat Wembley seolah menjadi markas kedua bagi Manchester City. Pengalaman rutin tampil di stadion terbesar Inggris itu memberi keuntungan tersendiri, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan final.
Musim ini saja, Manchester City sudah dua kali tampil di Wembley dan keduanya berakhir dengan kemenangan. Mereka lebih dulu menaklukkan Arsenal dengan skor 2-0 pada final Piala Liga Inggris.
Setelah itu, The Citizens kembali menunjukkan ketangguhan saat mengalahkan Southampton 2-1 pada semifinal Piala FA. Hasil tersebut membuat City berpeluang mencatat kemenangan ketiga secara beruntun di Wembley musim ini apabila mampu menundukkan Chelsea pada partai final.
Selain faktor statistik, pengalaman Guardiola memainkan laga besar juga menjadi salah satu keunggulan utama Manchester City. Pelatih asal Spanyol itu dikenal piawai mengatur tempo permainan dan memaksimalkan kualitas skuadnya dalam pertandingan penting.
Meski demikian, Chelsea tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. The Blues datang dengan motivasi tinggi demi menyelamatkan musim melalui gelar juara Piala FA.
Chelsea juga memiliki sejumlah pemain muda bertalenta yang mampu memberi ancaman serius bagi lini belakang Manchester City. Selain itu, duel taktik antara kedua pelatih diprediksi menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan.
Tekanan besar dipastikan menyelimuti kedua kubu karena final Piala FA bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertarungan gengsi dua klub elite Inggris.
Manchester City berambisi menambah koleksi gelar domestik era Guardiola, sedangkan Chelsea ingin menghentikan dominasi rivalnya di Wembley.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia yang berencana begadang menyaksikan pertandingan tersebut, final ini dipastikan menyajikan duel dengan tensi tinggi sejak menit awal.
Pertanyaannya kini, apakah rekor impresif Manchester City di Wembley kembali berlanjut? Atau justru Chelsea yang mampu mematahkan dominasi The Citizens dan membawa pulang trofi Piala FA musim ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juergen Klopp resmi memulai tugas sebagai pelatih Timnas Jerman dan langsung menyiapkan langkah membangun kembali Die Mannschaft.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.