Kasus Kekerasan Daycare Jogja Bisa Tambah Tersangka
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan pengalaman berbeda yang ia rasakan selama menjalani musim pertamanya di kompetisi sepak bola Indonesia. Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya adalah banyaknya pertandingan yang digelar tanpa kehadiran penonton di stadion.
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, sepak bola pada dasarnya selalu identik dengan atmosfer suporter yang memenuhi tribun. Kondisi pertandingan tanpa penonton, kata dia, membuat esensi utama permainan terasa berkurang karena dukungan langsung dari fans tidak dapat dirasakan di lapangan.
“Menurut saya, esensi sepak bola adalah bermain di hadapan suporter. Namun sayangnya di liga ini banyak pertandingan yang harus dimainkan tanpa penonton, dan itu sangat disayangkan,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Meski demikian, Van Gastel menegaskan bahwa secara umum ia menikmati pengalaman melatih di Indonesia bersama PSIM Jogja. Ia menilai kompetisi di Tanah Air cukup kompetitif sekaligus memberikan tantangan baru dalam perjalanan kariernya.
Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mobilitas tim yang cukup panjang saat menjalani laga tandang. Beberapa perjalanan bahkan membutuhkan waktu hingga beberapa hari, yang menurutnya menjadi pengalaman baru dibandingkan karier sebelumnya di Eropa.
“Perjalanannya sangat jauh dan kami harus beradaptasi. Terkadang kami bepergian sampai empat hari, dan itu hal baru bagi saya,” ucapnya.
Di sisi lain, Van Gastel juga menyimpan kesan positif terhadap atmosfer pertandingan besar di Indonesia. Ia menyebut laga-laga dengan dukungan suporter dalam jumlah besar, seperti saat menghadapi Persija Jakarta dan Persib Bandung, menjadi pengalaman yang paling berkesan selama musim ini.
Hingga pekan ke-33 Super League 2025/2026, PSIM Jogja berada di peringkat ke-11 klasemen sementara. Posisi tersebut membuat Laskar Mataram masih berpeluang menembus 10 besar sekaligus memastikan target bertahan di kasta tertinggi telah tercapai.
PSIM masih menyisakan satu pertandingan terakhir musim ini, yakni laga tandang melawan Arema FC pada Jumat (22/5/2026). Laga tersebut akan menjadi penentu akhir perjalanan mereka di musim ini, sekaligus kesempatan untuk menutup kompetisi dengan hasil maksimal.
Selain aspek teknis, Van Gastel juga menilai pengalaman hidup di Indonesia memberikan warna baru dalam kehidupannya. Ia bahkan membuka peluang untuk melanjutkan kerja sama dengan PSIM pada musim berikutnya.
“Saya sangat senang di sini karena ini memberikan warna baru dalam hidup saya, tidak hanya dalam sepak bola tetapi juga kehidupan pribadi,” ujarnya.
Sementara itu, bek PSIM Jogja Jop van der Avert yang baru bergabung pada pertengahan musim juga merasakan hal serupa. Ia menyebut empat bulan pertamanya di Indonesia menjadi pengalaman yang berkesan.
Menurutnya, proses adaptasi berjalan lebih cepat karena adanya sejumlah rekan setim dan staf pelatih yang juga berasal dari Belanda, sehingga memudahkannya menyatu dengan tim.
PSIM Jogja kini fokus menutup musim dengan hasil terbaik sekaligus menjaga peluang finis di posisi 10 besar klasemen akhir Super League 2025/2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.