Kampung Sade Ludes Terbakar, LHSS Dorong Mitigasi Desa Adat Diperkuat
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Euforia kemenangan menyelimuti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat Persib Bandung memastikan diri sebagai juara Super League musim 2025/2026, Sabtu (23/5/2026) Ist/Antara/Novrian Arbi
Harianjogja.com, BANDUNG — Euforia kemenangan menyelimuti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat Persib Bandung memastikan diri sebagai juara Super League musim 2025/2026. Gelar ini terasa spesial karena Maung Bandung sukses mencetak hattrick juara dalam tiga musim berturut-turut.
Sejak sebelum laga dimulai, atmosfer stadion sudah memanas. Puluhan ribu Bobotoh memadati tribun dengan nyanyian dukungan, kibaran bendera biru, hingga koreografi spektakuler yang menciptakan lautan biru di GBLA. Dukungan tanpa henti terus menggema sepanjang pertandingan.
Momen puncak terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Ribuan Bobotoh langsung meluapkan kegembiraan. Mereka saling berpelukan, bernyanyi bersama, hingga menyalakan flare yang menambah semarak suasana.
Selebrasi semakin terasa emosional ketika para pemain Persib turun ke lapangan dan merayakan kemenangan bersama suporter. Teriakan “Champions again Persib Bandung” menggema dari seluruh penjuru stadion, menandai dominasi Persib dalam beberapa musim terakhir.
Salah satu Bobotoh, Robby, mengaku bangga dengan pencapaian tim kebanggaannya.
“Alhamdulillah bangga sekali Persib bisa juara lagi. Mudah-mudahan ke depan Persib bisa naik kasta dan bersinar di Asia,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan musim ini menunjukkan kematangan dan konsistensi tim yang semakin solid. Harapannya, manajemen dapat mempertahankan kekuatan skuad sekaligus meningkatkan kualitas pemain untuk bersaing di level Asia.
Di balik keberhasilan ini, pelatih Bojan Hodak mengungkapkan bahwa musim ini menjadi salah satu yang paling menantang. Perubahan komposisi pemain menjadi faktor yang membuat tim harus beradaptasi sejak awal kompetisi.
“Tahun ini mungkin salah satu musim tersulit bagi kami karena harus mengganti lima pemain di dalam tim utama,” kata Bojan.
Ia membandingkan dengan dua musim sebelumnya yang lebih stabil karena komposisi tim relatif sama. Meski begitu, Persib mampu menunjukkan mental juara hingga akhir musim.
“Dua musim sebelumnya komposisi tim hampir sama, jadi musim ini lebih sulit, kami sangat beruntung,” lanjutnya.
Persib memastikan gelar juara setelah bermain imbang melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas. Mereka mengoleksi 79 poin, sama dengan Borneo FC, namun unggul head to head yang menjadi penentu klasemen akhir.
Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi Persib sebagai salah satu kekuatan dominan sepak bola nasional saat ini. Dengan tren positif tersebut, harapan untuk bersinar di level Asia kini semakin terbuka lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.
Bantul memiliki indeks risiko bencana 96,02 dengan kelas sedang. Risiko gempa bumi tercatat tinggi berdasarkan IRBI 2025.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.