73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Suporter Persis Solo meluapkan kekecewaan mereka setelah klub kebanggaan mereka dipastikan terdegradasi dari Liga 1, Sabtu (23/5/2026) petang. (Solopos/Kurniawan)
Harianjogja.com, SOLO — Kemenangan tak lagi berarti bagi Persis Solo. Meski menutup musim dengan hasil manis, Laskar Sambernyawa tetap harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga 2 musim 2026/2027.
Kepastian itu datang setelah Madura United sukses menaklukkan PSM Makassar dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat Madura United selamat dari zona degradasi sekaligus mengunci nasib Persis turun kasta.
Ironisnya, di saat yang sama Persis justru tampil impresif. Mereka berhasil mengalahkan Persita Tangerang dengan skor 3-1 dalam laga pamungkas di Banten International Stadium.
Gol pembuka Persis dicetak Jefferson Ferreira de Souza pada menit ke-43 lewat tendangan melengkung yang tak mampu dibendung kiper lawan. Keunggulan kemudian diperlebar oleh M. Maricic pada menit ke-73, sebelum D. Tumbas memastikan kemenangan lewat gol di masa injury time menit ke-91. Sementara satu-satunya gol Persita dicetak Pablo Ganet pada menit ke-89.
Namun tiga poin tersebut tak cukup menyelamatkan Persis dari jurang degradasi.
Kekecewaan pun tak terbendung. Ribuan suporter yang menggelar nonton bareng di kawasan Stadion Manahan meluapkan emosi mereka. Flare dinyalakan, lagu “Satu Jiwa” menggema, dan suasana haru menyelimuti para pendukung setia.
Presiden klub, Arif Djodi Purnomo, bahkan terlihat tak kuasa menahan air mata. Ia harus ditenangkan oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Respati menyebut degradasi ini menjadi pukulan berat bagi seluruh warga Solo. Meski demikian, ia menilai perjuangan para pemain sepanjang musim patut diapresiasi.
"Saya berharap ke depannya menjadi lebih baik, pembelajaran ini menjadi pelajaran kita bersama. Cukup satu kali saja kita di Liga 2, selanjutnya harus menjadi juara di Liga Utama. Semoga benar-benar ini berbenah bersama," tuturnya, Sabtu (23/5/2026)
Ia juga menegaskan bahwa keberuntungan belum berpihak pada Persis, meski tim telah menunjukkan kerja keras hingga laga terakhir.
"Ya kita melihat perjuangan para pemain sudah luar biasa, tapi memang belum ke arah kita menaikkan ini, keberuntungan belum di arah kita," ujarnya.
Respati mengaku bisa merasakan kekecewaan mendalam para suporter. Ia memastikan dukungan terhadap Persis tidak akan surut, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Degradasi ini menjadi alarm keras bagi manajemen untuk segera berbenah. Harapan besar kini tertuju pada musim depan, agar Persis bisa segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Tito Karnavian menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar tanpa kecuali melalui Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026.
Isi chat dugaan cashback Rp4.000 per kilogram pengadaan telur SPPG di Sukoharjo viral. BGN akan mengecek dugaan tersebut.
OIKN meminta warga melaporkan titik api di IKN melalui aplikasi IKNOW di tengah ancaman karhutla akibat fenomena El Nino.
Bareskrim menyebut 72 tersangka karhutla diduga sengaja membakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan sawit.
TNI AU dan BNPB mengevakuasi korban gempa NTT dengan helikopter. TNI AL juga melakukan operasi medis di KRI dr. Soeharso-990.