Kasus Lama Robert Alberts, Persib Kena Sanksi Registrasi FIFA

Jumali
Jumali Selasa, 11 Agustus 2026 08:57 WIB
Kasus Lama Robert Alberts, Persib Kena Sanksi Registrasi FIFA

Robert Rene Albert / Instagram : Persib

Harianjogja.com, JOGJA— Kabar buruk kembali menghampiri Persib Bandung. Klub kebanggaan Bobotoh itu kembali masuk dalam daftar klub yang terkena sanksi larangan registrasi pemain oleh FIFA.

Kali ini, sanksi tersebut berkaitan dengan kasus lama pemutusan kontrak mantan pelatih asal Belanda, Robert Rene Alberts, yang terjadi pada tahun 2022. Padahal, Persib baru saja menyelesaikan kas serupa dengan mantan pemainnya Daisuke Sato.

Sanksi yang dijatuhkan FIFA kepada Maung Bandung cukup berat. Klub berjuluk Pangeran Biru itu dilarang melakukan registrasi pemain baru selama tiga periode jendela transfer, terhitung mulai 10 Agustus 2026. Kepastian ini tertera dalam situs resmi FIFA di bagian Registration Ban List, yang menjadi panduan wajib bagi asosiasi anggota, konfederasi, klub, pemain, dan agen pemain . Klub-klub yang tercantum dalam daftar tersebut dilarang oleh FIFA melakukan pendaftaran pemain baru sampai batas waktu yang telah ditentukan, biasanya berkaitan dengan pelanggaran berupa perselisihan keuangan atau peraturan kontrak .

Kronologi Kasus Robert Alberts yang Menghantui

Manajemen Persib melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) segera memberikan klarifikasi kepada publik. Mereka menegaskan bahwa sanksi ini bukanlah perkara baru, melainkan kasus lama yang terjadi pada 2022.

"PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyampaikan bahwa FIFA Registration Ban yang tercantum terhadap Persib berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022, dan bukan merupakan perkara atau kejadian baru yang terjadi pada periode saat ini," demikian tulis pernyataan klub.

Kasus tersebut bermula ketika Robert Rene Alberts, yang menjabat sebagai pelatih Persib sejak musim 2019, diputus kontraknya oleh manajemen pada tahun 2022. Padahal, kontrak pelatih asal Belanda itu sebenarnya masih panjang hingga tahun 2025. Pemutusan kontrak terjadi setelah Robert baru memulai tiga laga awal Liga 1 2022-2023 dengan hasil yang kurang memuaskan. Posisinya pun digantikan oleh pelatih asal Spanyol, Luis Milla .

"Kasus tersebut berkaitan dengan laporan dari mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts. Informasi mengenai keputusan FIFA atas kasus tersebut baru diketahui oleh Persib dalam perkembangan terakhir," papar manajemen dalam pernyataan resminya . Dengan kata lain, Persib baru mengetahui adanya sanksi ini belakangan, meskipun kasusnya sudah berlangsung bertahun-tahun lalu.

Langkah Manajemen dan Janji kepada Bobotoh

Menghadapi situasi ini, manajemen Persib memastikan tidak akan tinggal diam. Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menelusuri kewajiban-kewajiban yang perlu diselesaikan dengan Robert Alberts. "Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya," kata Adhitia .

Ia pun berusaha menenangkan para Bobotoh yang tentu khawatir dengan nasib tim kesayangannya. Adhitia mengingatkan bahwa para pemain baru Persib telah melakukan pendaftaran dan registrasi pemain ketika mereka terbebas dari sanksi FIFA pada periode sebelumnya. Dengan demikian, mereka tetap bisa tampil di kompetisi resmi.

"Terkait persiapan musim kompetisi 2026-2027, seluruh pemain baru Persib telah diproses untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan," ujar Adhitia. "Karena itu, kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026-2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya .

Persiapan Super League Tetap Berjalan

Meski diterpa sanksi, manajemen Persib meyakinkan bahwa persiapan tim menuju kompetisi Super League 2026-2027 tidak akan terganggu. Mereka berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dengan baik melalui mekanisme yang berlaku, seperti halnya kasus sebelumnya dengan Daisuke Sato yang telah tuntas. Kini, publik menanti langkah nyata manajemen untuk menyelesaikan sengketa dengan Robert Alberts agar sanksi FIFA dapat segera dicabut dan Persib bisa kembali merekrut pemain baru pada jendela transfer berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online